Jakarta Makin Canggih, Cara Pramono Maksimalkan AI Bereskan Macet hingga Perbaiki Layanan Publik

Pramono Anung menyatakan Jakarta telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membereskan macet hingga meningkatkan pelayanan publik.

Diperbarui 24 Juli 2025, 19:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jakarta terapkan AI (ITCS) atur lalu lintas di 65 simpang dari 300 titik.
  • AI turunkan peringkat kemacetan Jakarta dari 10 besar ke posisi 90 dunia.
  • AI dipakai di Balai Kota untuk akses gedung otomatis dan layanan publik.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan Jakarta telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pengaturan lalu lintas. Sistem itu disebut Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis AI.

Saat ini, sistem tersebut baru dipasang pada 65 dari total 300 titik simpang yang ada di Jakarta. Menurut Pramono, penggunaan AI tersebut telah berdampak pada turunnya peringkat kemacetan di Jakarta.

Merujuk TomTom Traffic Index, Jakarta yang sebelumnya masuk 10 besar kota termacet di dunia kini turun ke peringkat 90.

“Kenapa kemudian Jakarta kemacetannya secara signifikan mengalami penurunan. Menurut saya bukan karena semata-mata karena Transjabodetabek. Tapi artificial intelligence ini juga membantu,” kata Pramono dalam acara Workshop Penyusunan Roadmap Implementasi AI di Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025).

Pramono meyakini, penerapan intelligent traffic control system ini akan mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik ke depan. Penggunaan AI juga menunjukkan bahwa Jakarta tidak sekadar bicara tentang masa depan yang berkelanjutan, tapi juga aktif mengupayakannya.

Perbaiki Layanan Publik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik dan menjalankan tugas pemerintahan yang lebih baik melalui pemanfaatan teknologi dengan mengintegrasikan AI dalam sejumlah program nyata. Di Balai Kota, AI juga diterapkan untuk akses antar gedung.

“Di lingkungan Balai Kota, teknologi AI Face Generator mulai dimanfaatkan untuk mengakses gedung kantor secara otomatis. Ini sebagai bagian dari upaya membangun sistem yang lebih aman, efisien, dan modern,” ujarnya.

Pramono menilai, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat layanan publik, memperbaiki perencanaan kota, hingga mendorong peningkatan pendapatan daerah secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Saya meminta kepada jajaran birokrasi Pemprov DKI untuk mampu mengadopsi apa yang menjadi kelebihan AI. Saya berharap, hal yang bersifat pengulangan data dapat diselesaikan dengan AI. Misalnya, yang berkaitan dengan lalu lintas, KJP, KJMU, KTP, Jakarta One, pemetaan, JAKI,” kata dia.

Pramono menyebut, tantangan terbesar soal AI bukan sekadar membangun sistem yang canggih, tetapi memastikan sistem benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mudah diakses, terjangkau, inklusif, dan berdampak nyata.

“Dengan penerapan AI di lingkungan Pemprov DKI, ini yang akan menjadikan Jakarta menjadi lebih modern dan siap menjadi kota global. Sekarang ini, Jakarta sedang berbenah ke arah itu,” ucap Pramono Anung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6