Kondisi Terakhir Kamar Diplomat Kemlu yang Ditemukan Tewas dengan Kepala Terlilit Lakban

Polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap misteri kematian diplomat Kemlu.

Diperbarui 24 Juli 2025, 17:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Akses kamar diplomat yang tewas terkunci dari dalam, termasuk jendela.
  • Polisi memeriksa 15 saksi dari lingkungan kos, tempat kerja, dan keluarga.
  • Penyelidikan mengedepankan scientific crime investigation dengan ahli terkait.

Liputan6.com, Jakarta- Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya ADP (38), diplomat Kementerian Luar Negeri yang ditemukan di kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Kondisi kamar korban pun diungkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, seluruh akses masuk kamar korban terkunci dari dalam saat jenazah ditemukan.

“Itu kondisi kamar 105 ini dalam keadaan terkunci dari dalam. Ada kunci manual dari dalam, kemudian ada kunci slot terkunci dari dalam, kemudian di pintu itu ada kunci yang ketiga kunci akses yang dipegang korban," kata Ade Ary dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025).

Selain pintu utama, jendela kamar juga ditemukan dalam kondisi tertutup dan terkunci dari dalam. Tak cuma itu, gerbang kos hingga pintu kamar menggunakan sistem pengamanan.

"Di kawasan depan itu ada kunci lagi satu, yang dipegang oleh semua penghuni kos dan penjaga. Gerbang paling akhir di luar kos-kosan adalah kunci gembok yang ada gemboknya dipegang oleh korban," ucap dia.

Polisi Kumpulkan Bukti

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti dan memeriksa beberapa orang saksi, termasuk penjaga kos dan salah satu penghuni kamar lain yang pertama kali membuka kamar korban.

"Sampai dengan saat ini, tim penyelidik telah melakukan klarifikasi pengambilan keterangan dalam tahap penyelidikan, setidaknya ada 15 orang. Itu dari lingkungan kos-kosan, kemudian dari tempat kerja korban, dari keluarga korban, kemudian dari pihak-pihak yang terakhir berkomunikasi dengan korban," ucap dia.

Dia menyatakan, pihak kepolisian sampai saat ini tak menemukan hambatan dalam melakukan penyelidikan. Menurut dia, lamanya proses ini karena penyelidik mengedepankan pendekatan scientific crime investigation.

"Maka penyelidik melakukan pemeriksaan dan kerja sama dengan beberapa ahli. Ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam mengungkap peristiwa agar akuntabel, agar profesional, proporsional, dan nanti hasil akhirnya akan dijelaskan secara transparan. Saat ini masih berproses," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6