Dishub DKI Luncurkan Sistem Booking Parkir On Street Melalui JakParkir

Syafrin menjelaskan, saat ini JakParkir baru diterapkan di sekitar 10 ruas jalan di Jakarta.

Diterbitkan 24 Juli 2025, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jakarta akan digitalisasi parkir on-street dengan sistem JakParkir.
  • Pengguna dapat memesan slot parkir daring untuk atasi kemacetan.
  • Dishub fokus digitalisasi seluruh jalan untuk realisasikan program.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan (Disbub) DKI Syafrin Liputo mengungkapkan, warga Jakarta nantinya bisa memesan slot parkir pinggir jalan on-street secara daring  lewat sistem JakParkir.

“Nanti grand design-nya, warga itu lewat handphone bisa melakukan perencanaan akan parkir di mana. Sehingga dia bisa melakukan 'booking' parkir, walaupun itu parkir 'on-street (di jalan),'” kata Syafrin saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Syafrin mengatakan, hal itu merupakan rancangan menyeluruh (grand design) guna menjadikan Jakarta sebagai kota digital, sekaligus untuk mengatasi kemacetan.

Syafrin menjelaskan, saat ini JakParkir baru diterapkan di sekitar 10 ruas jalan di Jakarta.

Ke depan, Dishub Jakarta berencana akan memperluas penerapannya di seluruh ruas jalan yang memiliki parkir "on-street".

“Itu secara tidak langsung kita sudah menerapkan teknologi di sana. Tapi memang ini masih terbatas,” kata Syafrin.

Dengan sistem ini, Dishub berharap parkir di pinggir jalan bisa lebih tertib dan efisien.

 

Ruang Parkir Tak Beraturan

Syafrin mencontohkan selama ini satu ruang parkir sering digunakan tidak sesuai karena kendaraan parkir sembarangan.

"Yang harusnya dua ruang parkir untuk dua kendaraan, tiba-tiba hanya dipakai oleh satu, karena dia parkirnya tidak pas misalnya," kata Syafrin.

Lewat JakParkir, lanjut Syafrin, setiap slot parkir 'on-street' akan diatur agar pengguna bisa memesan sesuai kapasitas.

Targetnya, digitalisasi parkir ini akan mendukung program “Lancar Jakarta” atau konsep Lalu lintas yang Cerdas, Adaptif dan Responsif".

“Keseluruhan ini dalam rangka mewujudkan prinsip Lancar Jakarta. Mulai dari penerapan Intelligent Traffic Control System (ITCS) sampai digitalisasi parkir, tujuannya satu: membuat Jakarta merdeka dari macet,” kata Syafrin.

 

Kapan Realisasinya?

Kendati demikian, Syafrin belum menginformasikan kapan hal ini akan direalisasikan.

Syafrin mengatakan, saat ini Dishub Jakarta masih fokus untuk mendorong agar seluruh jalan sudah terdigitalisasi.

“Kalau semua sudah terdigitalisasi, itu 'grand design'-nya,” kata Syafrin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6