Tegas! Pramono Ancam ASN DKI yang Main Judi Online Tak Akan Naik Jabatan

Gubernur DKI Pramono Anung memperingatkan ASN Jakarta agar tidak terlibat judi online. Pelanggar akan dikenai sanksi dan tidak mendapat promosi jabatan.

Diterbitkan 23 Juli 2025, 18:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • ASN DKI Jakarta yang terlibat judi online akan ditindak tegas.
  • Tidak ada promosi jabatan bagi ASN DKI yang bermain judi online.
  • 600 ribu lebih warga Jakarta bermain judi online dengan nilai Rp3 triliun.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta jika kedapatan main judi online (judol). Pramono bilang, ASN yang terlibat judol bakal ditindak dan dipastikan tak dapat promosi jabatan.

Pernyataan ini disampaikan Pramono usai acara penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/7/2025).

“Kalau memang ada di ASN DKI Jakarta yang melakukan, saya minta untuk dilakukan pembinaan, dilakukan perbaikan untuk itu. Tetapi kalau memang sudah tidak, ya tentunya kami akan mengambil tindakan untuk itu. Termasuk salah satunya tidak memberikan kesempatan promosi jabatan bagi yang bersangkutan,” kata Pramono.

Pramono menyampaikan, MoU antara pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PPATK mempunyai arti khusus dan signifikan. Terutama bagi pemerintah Jakarta yang ingin membangun pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala PPATK, saya minta secara khusus kepada Bapak Inspektorat untuk meminta data judi online kalau memang ada dari ASN DKI Jakarta,” ujar Pramono.

 

Data Transaksi Judol dari PPATK

Menurutnya, data transaksi judol dari PPATK juga akan dijadikan referensi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memilih hingga mengangkat eselon.

Pramono juga heran mengapa ada ASN Jakarta yang masih bermain judi online. Mengingat, gaji dan tunjangan kinerja ASN di lingkungan Pemprov DKI merupakan yang paling besar se-Indonesia.

“Saya menganggap siapapun yang bermain judi online itu sebenarnya adalah korban karena tidak ada yang namanya judi online itu akan menang, tidak ada,” ucap Pramono.

 

600 Ribu Lebih Warga Jakarta Terlibat Judil

Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan ada lebih dari 600 ribu warga Jakarta yang bermain judi online. Hal ini menempatkan Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah dan transaksi permainan judi online terbesar di Indonesia.

“Ketika bicara judi online macam-macam itu, yang paling banyak ya DKI Jakarta Pak. Tadi Bapak tanya, berapa sih yang pemain judi online? Itu di DKI Jakarta saja 600 ribu lebih pemain judi online di DKI Jakarta saja,” kata Ivan.

PPATK mencatat, transaksi deposit judi online di Jakarta dalam setahun terakhir mencapai lebih dari Rp3 triliun dengan 17,5 juta kali transaksi.

“Angkanya itu deposit saja, warga Bapak dan mohon maaf, ada juga internal macam-macam itu,” ucap Ivan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6