Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Papua Male Telenggen di Puncak Jaya

Anggota KKB Papua Male Telenggen diduga terlibat pembunuhann terhadap Serka Jefri pada 15 Agustus 2024 di Sport Center, Kampung Luguneri, Distrik Pagaleme.

Diperbarui 20 Juli 2025, 10:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap Male Telenggen di Puncak Jaya.
  • Male Telenggen terlibat pembunuhan Serka Jefri dan warga sipil.
  • Satgas himbau masyarakat waspada dan lapor aktivitas mencurigakan.

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap Male Telenggen, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di wilayah Puncak Jaya. Penangkapan itu dilakukan di sebuah honai Kampung Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu, 19 Juli 2025 sekitar pukul 16.41 WIT.

Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menyampaikan, keberadaan Male Telenggen terdeteksi melalui observasi udara. Setelah lokasi dipastikan, tim langsung menangkapnya dan dibawa ke Polres Puncak Jaya.

"Male Telenggen masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga terlibat dalam dua kasus pembunuhan, yakni penembakan terhadap Serka Jefri pada 15 Agustus 2024 di Sport Center, Kampung Luguneri, Distrik Pagaleme, serta pembunuhan terhadap warga sipil Edi Hermanto di Pasar Sentral Kota Mulia pada 12 Juli 2025," tutur Faizal kepada wartawan, Minggu (20/7/2025).

"Dalam aksi terakhir, Male Telenggen berperan sebagai pengendara motor yang membonceng pelaku penembakan bernama Nanubingga Enumbi," sambungnya.

Male Telenggen diketahui merupakan anggota KKB Yambi yang berada di bawah komando Lekagak Telenggen. Hingga kini, Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pengembangan, khususnya terkait keberadaan senjata api yang masih dikuasai oleh kelompok Male Telenggen dan jaringan KKB Papua lainnya.

Satgas Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo turut mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

"Penyelidikan masih terus berlangsung. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitarnya," kata Yusuf.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6