Wamen Pertanian Kunjungi Jember, Tekankan Produktivitas dan Swasembada Pangan

Dalam kunjungannya, Wamen menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan produktivitas pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Diperbarui 12 Juli 2025, 10:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kabupaten Jember menerima kunjungan kerja dari Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, untuk meninjau langsung sektor pertanian di wilayah tersebut. Kegiatan bertajuk ‘Panen Bersama Wakil Menteri’ ini dilangsungkan di Kelompok Tani Tirto Bakti II, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung.

Dalam sambutannya, Wamen menekankan bahwa pertanian yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sudah lama berkomitmen menyalurkan aspirasi petani sejak sebelum menjabat sebagai presiden. Oleh karena itu, ketika sudah menjadi presiden, Presiden Prabowo memprioritaskan sektor pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan.

Berikan Arahan untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Dalam kunjungannya, Wamen menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan produktivitas pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kita mau naikkan produksi. Ada dua cara, yang pertama menaikkan hasil per hektar dan yang kedua menaikkan jumlah musim tanam dalam setahun. Untuk menaikkan yield, kita butuh bibit unggul, irigasi, pupuk, dan fasilitas lainnya, dan ini sedang terus dipenuhi oleh pemerintah,” ujar Sudaryono.

Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan indeks pertanaman, sehingga lahan yang ada dapat digunakan secara optimal tanpa perlu membuka lahan baru.

“Kita tidak perlu membuka lahan baru. Dengan memaksimalkan lahan yang sudah ada, produktivitas pangan tetap bisa digenjot. Jember punya potensi besar untuk ini, apalagi dengan dukungan Bupati muda yang visioner, koordinasi dan pelaksanaan di lapangan menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menguji coba penggunaan pupuk tambahan pada 120 hektar lahan. Upaya ini dibimbing langsung oleh Prof. Nur Sucipto dan menunjukkan hasil yang positif.

"Alhamdulillah bisa mengusir hama, baik tikus, burung, maupun lainnya dan hasil panennya meningkat. Mudah-mudahan ini bisa diperluas menjadi percontohan di berbagai wilayah," ungkapnya.

Sebagai bagian dari lumbung pangan nasional, Jawa Timur, termasuk Jember, memiliki keunggulan dalam produksi beras, jagung, tembakau, dan gula. Potensi ini, menurut Wamen, harus dimanfaatkan secara maksimal melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia pun mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi terhadap Kementerian Pertanian yang telah banyak membantu para petani di Jember. 

“Pak Wamen, saya sangat terima kasih dengan kehadiran panjenengan, kami mohon petani di Jember untuk dibantu. Baik itu masalah infrastrukturnya, beliau sudah berkomitmen membangun banyak infrastuktur di Kabupaten Jember termasuk peralatannya yang tadi sudah banyak. Mudah-mudahan akan terus dibantu di tahun-tahun selanjutnya,” ungkap Bupati Jember. 

Hadir juga dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian yang turut menyampaikan apresiasinya terhadap proses dari program swasembada pangan ini. 

“Kita semua di sini berkumpul untuk mewujudkan swasembada pangan yang mana dalam prosesnya itu kita sudah punya stok padi terbesar sepanjang sejarah Indonesia berdiri,” ungkapnya. 

Singgung Potensi Besar Komoditas Tembakau Jember

Dalam dialog bersama para petani, Sudaryono juga menyinggung potensi besar dari komoditas tembakau Jember. Ia menilai kualitas tembakau lokal sangat baik berkat kondisi alamnya yang mendukung.

“Kualitas tembakau Jember luar biasa, didukung tanah yang subur, kontur bergunung, dan sirkulasi udara yang baik. Kita dorong hadirnya investasi industri pengolahan tembakau agar hasil panen petani terserap maksimal. Tanpa industri, kita akan kesulitan saat panen raya,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada produktivitas, Wamen juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi dan mutu pangan. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian tengah bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk mengatasi berbagai kendala, termasuk dugaan pelanggaran mutu dan berat oleh sejumlah produsen beras.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6