Waspadai Penipuan Paket Tertukar, Modus Baru Tipu Pembeli Online

Dalam skema ini, pelaku berpura-pura menjadi penjual dan menghubungi korban melalui aplikasi pesan pribadi setelah korban menerima paket dari platform e-commerce.

Diperbarui 09 Juli 2025, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penipu berkedok paket tertukar menghubungi korban setelah paket diterima.
  • Korban menyerahkan paket ke penipu yang mengaku sebagai kurir.
  • Shopee imbau gunakan fitur chat dan Cek Fakta untuk verifikasi.

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kemudahan belanja online yang ditawarkan era digital, masyarakat diminta tetap waspada terhadap maraknya modus penipuan yang memanfaatkan celah dalam sistem pengiriman barang. Salah satu modus baru yang kini tengah marak adalah penipuan dengan kedok “paket tertukar” atau “salah kirim”.

Dalam skema ini, pelaku berpura-pura menjadi penjual dan menghubungi korban melalui aplikasi pesan pribadi setelah korban menerima paket dari platform e-commerce. Penipu kemudian mengklaim bahwa telah terjadi kesalahan pengiriman, dan akan mengirim kurir untuk menjemput kembali paket yang dikirim sebelumnya.

Setelah itu, penipu datang ke rumah korban dan mengaku sebagai kurir yang ditugaskan untuk mengambil paket tertukar tersebut. Tanpa curiga, korban menyerahkan paket yang diterimanya, padahal sebenarnya ia telah menjadi korban penipuan.

Modus ini mengandalkan manipulasi psikologis korban, dengan memanfaatkan rasa kaget dan bingung saat menerima informasi bahwa paket yang diterima salah kirim. Pelaku mengarahkan narasi secara meyakinkan sehingga korban percaya dan memberikan paket tanpa verifikasi lebih lanjut.

Imbauan dari e-commerce

Menanggapi fenomena ini, platform e-commerce Shopee mengimbau para penggunanya agar tidak mudah percaya terhadap pesan dari pihak-pihak yang mengaku sebagai penjual, kurir, atau bahkan pihak Shopee jika dilakukan di luar platform resmi.

“Jika kurir menyatakan bahwa paket harus ditukar atau dikembalikan, pengguna disarankan untuk segera menghubungi penjual melalui fitur chat di aplikasi atau situs Shopee guna melakukan konfirmasi,” tulis Shopee dalam pernyataan resminya.

Shopee menegaskan bahwa seluruh komunikasi, transaksi, dan proses pengembalian barang antara pembeli dan penjual harus dilakukan secara resmi melalui aplikasi. Hal ini dilakukan guna mencegah risiko penipuan dari pihak tidak bertanggung jawab.

 

Gunakan Fitur Cek Fakta dan Metode 3C

Shopee juga mendorong pengguna untuk selalu menerapkan metode 3C, yaitu:

  • Cek Pengirimnya
  • Cek Customer Service
  • Cari Tahu Modusnya

Untuk memastikan keaslian informasi yang diterima, pengguna bisa memanfaatkan fitur Cek Fakta di aplikasi Shopee. Fitur ini dapat diakses melalui menu ‘Saya’ → ‘Chat dengan Shopee’ → ‘Cek Fakta’.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap aman dan terlindungi dari berbagai modus penipuan yang semakin canggih seiring kemajuan teknologi digital.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6