Kepala BNN Ingatkan Bahaya Publikasi Berlebihan Penangkapan Artis Pengguna Narkoba

Marthinus mengingatkan bahwa publikasi yang tidak proporsional berpotensi menciptakan persepsi keliru, terutama di kalangan remaja.

Diperbarui 01 Juli 2025, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Publikasi artis narkoba kontraproduktif dengan pemberantasan narkotika.
  • Publikasi berlebihan bisa jadi kampanye gratis narkoba di kalangan muda.
  • Semua elemen bangsa harus tunduk hukum, tidak ada yang kebal.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Marthinus Hukom menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya publikasi berlebihan atas penangkapan artis yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai hal tersebut justru kontraproduktif terhadap upaya pemberantasan narkotika.

"Ketika kita menangkap dan mempublikasikan pengguna narkoba dari kalangan artis, itu sama saja kita sedang membelah persepsi anak-anak muda,” kata Marthinus dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com dan SCTV, Selasa (1/7/2025).

Ia mengingatkan bahwa publikasi yang tidak proporsional berpotensi menciptakan persepsi keliru, terutama di kalangan remaja. “Bahwa mereka akan berujuk, ‘oh enak juga jadi artis, atau enak juga pakai narkoba bisa jadi artis’. Bisa seperti itu,” lanjutnya.

Menurut Marthinus, artis merupakan patron sosial yang banyak dijadikan panutan oleh generasi muda. Karena itu, penanganan terhadap kasus narkoba yang melibatkan artis harus dilakukan secara hati-hati dan tidak sensasional.

"Orang-orang yang pemahamannya sempit bisa saja memaknai, ‘wah, jadi artis cukup pakai narkoba. Kita bisa jadi orang kreatif, percaya diri, lalu tampil di kamera tanpa grogi’. Itulah manusia, bisa memaknai dalam berbagai hal," jelasnya.

Atas dasar itu, Marthinus mengimbau agar publikasi terkait penangkapan artis pengguna narkoba tidak dilakukan secara berlebihan.

"Saya terus terang mengatakan, jangan kita mempublikasi berlebihan ketika artis ditangkap, terutama pengguna narkoba," ujarnya.

 

Jadi Kampanye Gratis

Marthinus juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta jajaran humas BNN dan Polri untuk lebih selektif dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Ia khawatir eksposur berlebihan justru menjadi “kampanye gratis” penggunaan narkoba di kalangan anak muda.

“Karena itu sama saja kita mengkampanyekan gratis narkoba buat anak-anak muda,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa permintaan tersebut bukan berarti memberikan perlakuan istimewa kepada artis. "Semua elemen bangsa ini harus tunduk di bawah hukum. Tidak ada yang kebal," tandas Marthinus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6