Jenazah Juliana Marins Akan Dipulangkan ke Brasil pada Selasa 1 Juli 2025

Jenazah Juliana Marins, Warga Negara Asing (WNA) asal Brasil, akan dipulangkan ke kampung halamannya. Adapun yang bersangkutan meninggal dunia usai terjauh ke arah Danau Segara Anak di sekitar kawasan Cemara Nunggal, beberapa waktu lalu.

Diperbarui 06 Juli 2025, 20:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jenazah Juliana Marins, Warga Negara Asing (WNA) asal Brasil, akan dipulangkan ke kampung halamannya. Adapun yang bersangkutan meninggal dunia usai terjauh ke arah Danau Segara Anak di sekitar kawasan Cemara Nunggal, beberapa waktu lalu.

"Pemulangan peti jenazah Juliana Marins sudah di-approve semua rute oleh Emirates," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Aria Sandy saat dihubungi, Senin (30/6/2025).

Ia menjelaskan, keberangkatan jenazah ke Brasil dijadwalkan pada Selasa, 1 Juli 2025, pukul 00.35 WIB dari Indonesia menuju Dubai menggunakan penerbangan Emirates EK 0399.

"ETD Dubai tanggal 2 Juli 2025, pukul 08.05 tujuan Rio de Janeiro ETA, tanggal 2 Juli 2025 pukul 15.50," jelas Aria.

Adapun jenazah akan diberangkatkan ke Bandara Ngurah Rai dari Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), pada Senin siang pukul 12.00 WITA.

"Bantuan ambulance dan pengawalan dari RSUD ke Bandara Ngurah Rai mohon bantuan dari Polda Bali koordinasi dengan perusahaan transportasi Covin PT. Antar Bangsa," kata Aria.

Duka Kedutaan Brasil untuk Juliana Marins

Kabar duka datang dari Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Seorang turis Brasil, Juliana Marins (27), meninggal dunia setelah terjatuh saat melakukan pendakian.

Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, dan jenazah Juliana Marins baru ditemukan pada Selasa, 24 Juni 2025. Kejadian ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, tetapi juga memicu berbagai reaksi dari pemerintah Brasil dan Indonesia.

Kedutaan Besar (kedubes) Brasil di Jakarta menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tragis tersebut.

"Pemerintah Brasil mengumumkan, dengan penyesalan yang mendalam, meninggalnya turis Brasil Juliana Marins, yang jatuh dari tebing di sekitar jalan setapak dekat kawah Gunung Rinjani (3.726 meter), gunung berapi yang terletak sekitar 1.200 km dari Jakarta, di Pulau Lombok," tulis Kedutaan Brasil melalui akun Instagram @brasembjacarta yang dikutip Senin (30/6/2025).

Dalam pernyataan dukacita tersebut, pihak kedutaan menyebut bahwa "Setelah empat hari bekerja, terhambat oleh cuaca buruk, tanah, dan kondisi jarak pandang di wilayah tersebut, tim dari Badan Pencarian dan Pertolongan Indonesia menemukan jenazah turis Brasil tersebut."

"Kedutaan Besar Brasil di Jakarta memobilisasi otoritas setempat di tingkat tertinggi untuk tugas penyelamatan dan telah memantau upaya pencarian sejak Jumat (20/6) malam, ketika diberitahu tentang jatuhnya turis Brasil di Gunung Rinjani," rinci pihak kedutaan.

"Pemerintah Brasil menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman turis Brasil tersebut atas kehilangan besar mereka dalam kecelakaan tragis ini," imbuh pihak kedutaan Brasil.

Reaksi Pemerintah Indonesia atas Insiden Turis Brasil Tewas

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia juga mengungkap keprihatinan atas kecelakaan tersebut. Mereka menuliskan, turis Brasil itu dilaporkan jatuh ke jurang di dekat danau kawah Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 06.30 WITA saat mendaki bersama satu pemandu dan lima peserta lainnya.

Tim SAR gabungan menemukan posisi korban berada di kedalaman kurang lebih 400 meter, tapi evakuasi sulit dilakukan karena medan ekstrem dan cuaca buruk. Operasi SAR terus dilanjutkan menggunakan helikopter, drone thermal, serta dua pendaki profesional berpengalaman, berkoordinasi intens bersama Basarnas, TNI/Polri, Pemprov NTB, dan Kedutaan Brasil.

"Laporan terakhir dari Basarnas yang kami terima, tim berhasil menemukan korban dengan visualisasi Drone Thermal milik Kansar Mataram pada kedalaman kurang lebih 400 meter dari titik awal jatuhnya korban dan diperkirakan korban dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, tim persiapan untuk proses evakuasi," tutup pernyataan tersebut.

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6