Penerbangan Sempat Dibatalkan Saudia Airlines, Jemaah Haji Asal Banyuwangi Anggap Ujian Kesabaran

Kedua kloter Surabaya, SUB 43 dan SUB 44, sudah mendapatkan jadwal penerbangan baru setelah dibatalkan sehari sebelumnya dengan alasan keamanan.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 02:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Pembatalan penerbangan Saudia Airlines tujuan Surabaya pada Selasa pagi, 24 Juni 2025, memaksa rombongan jemaah haji dari dua kloter asal embarkasi Surabaya (SUB), SUB 43 dan SUB 44, memperpanjang masa tinggal di Arab Saudi. Mereka diinapkan di tujuh hotel transit berbeda di Jeddah, dekat Bandara Internasional King Abdulaziz.

Salah satu yang mengalaminya adalah Sulaiman, jemaah haji asal Kota Banyuwangi. Ia menerangkan bahwa kabar pembatalan itu diterimanya hanya 1,5 jam sebelum pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 03.50 Waktu Arab Saudi (WAS). 

"Ternyata di situ ada insiden sedikit. Mungkin ini ada hikmahnya sehingga kita mau ndak mau ngikuti anjuran pemerintah," kata Sulaiman kepada PPIH Daker Bandara, Selasa, 24 Juni 2025.

Atas kejadian itu, ia mengaku tidak ingin ambil pusing. Ia sadar keputusan pembatalan diambil untuk keamanan bersama rombongan jemaah haji kedua kloter SUB yang berjumlah 760 orang.

"Itulah mungkin suka dukanya perjalanan haji saya. Saya anggap masya allah, sudah semuanya bagus. Tidak saya lebih-lebihkan dan tidak saya kurang-kurangi," katanya yang menginap di Hotel Wow.

Ia pun mengimbau rekannya sesama jemaah haji 2025 bisa mengambil hikmah dari pembatalan penerbangan yang terjadi. "Jangan terlalu emosi karena memang haji ujian pertamanya adalah kesabaran," ucapnya lagi.

 

 

Penjadwalan Ulang Penerbangan 2 Kloter Surabaya

Berdasarkan informasi terbaru, rombongan Kloter SUB 43 dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Air dengan penerbangan Saudia Airlines SV 5302 pada Rabu dini hari, 25 Juni 2025, pukul 01.00 WAS. Sementara, jemaah Kloter SUB 44 diberangkatkan lebih dulu.

Kloter SUB 44 yang berjumlah 376 jemaah dan empat petugas dijadwalkan terbang Selasa malam, 24 Juni 2025, pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan penerbangan Saudia Airlines SV 5440. Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir mengatakan fasilitas akomodasi, termasuk konsumsi, ditanggung oleh pihak maskapai sebagai bagian dari kompensasi akibat pembatalan penerbangan.

Basir menyatakan kondisi jemaah haji saat ini aman dan tercukup kebutuhannya. Petugas haji dari Daker Bandara juga mendampingi jemaah di setiap hotel transit.

Ia juga meminta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan terus mendoakan kelancaran proses pemulangan jemaah. "Ini semua semata-mata demi keselamatan dan kenyamanan jemaah. Kami pastikan semua dalam kondisi aman dan tertangani dengan baik," ucapnya.

Terdampak Perang Iran vs Israel

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief di Makkah mengatakan bahwa pembatalan penerbangan Saudia itu sebagai buntut dari ekskalasi perang Iran vs Israel yang terus meningkat pasca-pemboman situs nuklir Iran oleh Amerika Serikat.

"Kami sampaikan bahwa tadi malam terjadi ekskalasi politik di Timur Tengah dan ada beberapa penerbangan yang sempat ditunda atau dibatalkan," katanya saat melepas jemaah haji ke Bandara Jeddah.

Meski ada dua pembatalan penerbangan, Hilman mengatakan bahwa sejumlah penerbangan selanjutnya yang sudah terjadwal hari ini masih bisa berlanjut sesuai jadwal.

"Untuk penerbangan selanjutnya, insya allah masih bisa berlanjut karena maskapai yang kita gunakan banyak yang menggunakan jalur melalui Oman, dan itu masih aman," kata dia.

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), terdapat total ada 21 jadwal penerbangan pemulangan jemaah haji gelombang I sebelum dua penerbangan Saudia Airlines dibatalkan. Hingga pukul 15.30 WAS, sudah tujuh penerbangan dilakukan berbagai maskapai dengan sebagian mengalami keterlambatan, termasuk Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Proses Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II

Fae pemulangan jemaah haji gelombang I dari Arab Saudi via Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah akan mendekati akhir. Dijadwalkan, batas akhir pemulangan gelombang I pada Rabu, 25 Juni 2025, dengan total 266 kloter.

Selanjutnya, fase pemulangan berlanjut dengan gelombang II yang akan terbang via Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz di Madinah. Prosesnya dimulai pada Kamis, 26 Juni 2025, dengan total 259 kloter hingga operasional berakhir pada 12 Juli 2025.

Menjelang pemulangan pertama gelombang II tersebut, jemaah haji kembali diingatkan untuk mematuhi aturan barang bawaan, baik untuk koper bagasi maupun koper kabin.

"Supaya proses pemulangan berjalan tertib dan lancar, jemaah haji untuk memperhatikan hal-hal terkait barang bawaan," kata Kasie Media Center Haji (MCH) Daker Makkah Dodo Murtado di Makkah, kemarin.

Ketentuan bawaan yang dimaksud sebagai berikut:

1. Jumlah koper yang diperbolehkan:

a. Jemaah hanya boleh membawa dua koper;

b. Koper besar dengan berat maksimal 32 kg, yang akan dimasukkan ke dalam bagasi;

c. Koper kabin dengan berat maksimal 7 kg, yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat.

2. Isi koper besar. Ada beberapa barang yang dilarang dibawa di dalam koper besar, yaitu:

a. Barang yang mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam, atau mainan dengan baterai.

b. Power bank atau mainan dengan baterai berkapasitas lebih dari 20.000 mAh.

c. Uang tunai senilai Rp100 juta atau lebih, atau setara SAR 25.000 atau lebih.

3. Dilarang membawa air zamzam di dalam barang bawaan, baik koper bagasi maupun koper kabin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6