Pengamat: Wakapolri Baru Harus Bisa Terjemahkan Visi Misi Kapolri dan Berkarakter Kuat

Implementasi kebijakan Kapolri juga akan bergantung pada sosok Wakapolri.

Diperbarui 14 Juni 2025, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) baru pengganti Komjen Ahmad Dofiri harus sosok senior di tubuh Polri dan bisa melakukan konsolidasi dengan cepat. Sebab, kata dia, Wakapolri berperan sebagai pemegang koordinasi kebijakan-kebijakan internal mewakili Kapolri.

"Makanya dibutuhkan sosok senior, dan bijak sehingga bisa melakukan konsolidasi dengan cepat. Tak hanya itu saja, dengan posisinya sebgai koordinator internal, sosok inilah yang bisa memberi warna Polri," jelas Bambang saat dihubungi, Sabtu (14/6/2025).

Menurut dia, Wakapolri juga harus memiliki karakter kuat untuk melengkapi pimpinannya dam mampu menerjemahkan visi misi Kapolri. Bambang menyebut implementasi kebijakan Kapolri juga akan bergantung pada sosok Wakapolri.

"Wakapolri tentu bukan sebagai matahari kembar bersama Kapolri, bukan juga sebagai pelaksana administratur Kapolri tetapi perannya adalah menerjemahkan visi misi Kapolri menjadi kebijakan-kebijakan harian. Jadi kalau ada kebijakan Kapolri yang tidak tepat itu terjadi karena Wakapolrinya juga lemah," ujar dia.

Bambang menekankan pentingnya sosok Wakapolri yang berkarakter kuat. Hal ini untuk membangun pondasi Polri di masa depan.

"Pemilihan sosok Wakapolri pengganti Dhofiri harusnya juga akan memilih sosok yg memiliki kharakter kuat untuk membangun pondasi Polri di masa depan, bukan sosok yg pencari jabatan, atau sekedar menambah daftar curriculum vitae sebelum pensiun saja," tutur Bambang.

 

Pensiun

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Ahmad Dofiri resmi memasuki masa pensiun setelah genap berusia 58 tahun pada 4 Juni 2025. Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 itu kini mengakhiri masa tugasnya di Korps Bhayangkara.

Seiring pensiunnya Dofiri, Polri tengah mempersiapkan calon pengganti yang akan mengisi posisi Wakapolri.

"Dan saat ini sedang dipersiapkan calon-calon terbaik yang sudah berpangkat bintang 3 atau yang memenuhi syarat untuk menggantikan Wakapolri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho seperti dikutip pada Sabtu (14/6/2025).

Sandi menjelaskan bahwa proses seleksi masih berlangsung dan nama-nama calon akan diumumkan setelah melalui penyaringan.

"Saat ini sedang dalam proses. Nama yang disusun nanti Pak Kapolri akan menyampaikan, masih dikumpulkan. Kalau memenuhi syarat baru akan disampaikan. (Prosesnya) sedang berlanjut nanti disampaikan. Kalau ada pemberitahuan resmi," ungkap dia.

 

Berpotensi

Saat ini terdapat sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Komjen (jenderal bintang tiga) yang berpotensi menjadi pengganti Wakapolri, baik yang bertugas di struktur internal Polri maupun di lembaga negara lain.

Mereka adalah lulusan Akpol dari tahun 1990 hingga 1993, berikut daftarnya:

• Irwasum Polri: Komjen Dedi Prasetyo (Akpol 1990)

• Kepala Baharkam: Komjen Mohammad Fadil Imran (Akpol 1991)

• Kepala Bareskrim: Komjen Wahyu Widada (Akpol 1991)

• Kepala Baintelkam: Komjen Syahardiantono (Akpol 1991)

• Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran Kapolri: Komjen Wahyu Hadiningrat (Akpol 1992)

Selain nama-nama di atas, terdapat pula jenderal bintang tiga yang bertugas di luar struktur Polri, seperti di BNN, BNPT, BSSN, Kementerian/Lembaga hingga BIN, diantaranya:

• Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas): Komjen Panca Putra Simanjuntak (Akpol 1990)

• Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri): Komjen Tomsi Tohir Balaw (Akpol 1990)

• Sekretaris Jenderal DPD RI: Komjen Mohammad Iqbal (Akpol 1991)

• Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN): Komjen Marthinus Hukom (Akpol 1991)

• Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: Komjen Nico Afinta (Akpol 1992)

• Sekretaris BNPP RI: Komjen Komjen Makhruzi Rahman (Akpol 1992)

• Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): Komjen Albertus Rachmad Wibowo (Akpol 1993)

• Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP): Komjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho (Sekolah Perwira Polri 1993).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6