Indo Defence 2025, Jadi Ajang Sinergi BUMN dan Swasta di Industri Pertahanan

Menteri Pertahanan memastikan Pameran Indo Defence 2025 berjalan lancar, menjadi ajang unjuk gigi industri pertahanan nasional dan memperkuat kerja sama internasional.

Diperbarui 13 Juni 2025, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menhan memastikan Pameran Indo Defence 2025 berjalan lancar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025.
  • Pameran ini menjadi ajang unjuk gigi industri pertahanan nasional dan memperkuat kerja sama internasional, diikuti 1.180 peserta dari 42 negara.
  • Indo Defence 2025 juga menjadi momentum sinergi antara perusahaan swasta nasional dan BUMN dalam pengembangan teknologi pertahanan.

Liputan6.com, Jakarta Gelaran Indo Defence 2025 menjadi ajang sinergi antara BUMN dan swasta nasional dalam pengembangan teknologi pertahanan.

Salah satu yang diperlihatkan adalah adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara BUMN PT Dahana dengan perusahaan swasta PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense) yang akan bersinergi, khususnya di di bidang bahan peledak dan sistem otomatisasinya.

Salah satu proyek bersama yang tengah dikembangkan adalah Senjata Lawan Tank (SLT) Latih, sistem senjata ringan untuk pelatihan militer. SLT ini diluncurkan melalui peluncur (launcher) yang dapat digunakan ulang, dan telah terbukti mampu melaju lurus hingga 600 meter, melebihi ekspektasi awal.

Ke depan, pengembangannya akan mengarah pada pembuatan Guided Missile, hingga akhirnya menuju Smart Missile produksi dalam negeri.

"Kolaborasi ini mencerminkan bahwa kami, anak bangsa, berkomitmen penuh untuk memperkuat pertahanan nasional lewat sinergi antara perusahaan swasta nasional dan BUMN," kata President Director Hariff Defense, Adi Nugroho, dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan bertekad membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM nasional guna menghadapi tantangan strategis di masa depan.

 

1.180 Perusahaan dari 55 Negara Pamerkan Alutsista Canggih di Indo Defence

Pameran alat utama sistem senjata (alutsista) berskala internasional Indo Defence 2025 Expo & Forum digelar pada 11–14 Juni 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ajang prestisius ini menghadirkan 1.180 perusahaan dari 55 negara, menjadikannya salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara akan berjalan optimal. Hal ini disampaikan saat dirinya melakukan peninjauan langsung ke lokasi pameran pada Senin, (9/6/2025).

"Kita perlu memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar dan optimal, tanpa ada yang terlewat. Tampilkan yang terbaik," ujar Sjafrie seperti dikutip dari Antaranews.

Ia didampingi Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dan jajaran Kementerian Pertahanan saat memantau kesiapan infrastruktur dan teknis acara. Pemerintah menaruh perhatian penuh karena Presiden Prabowo Subianto membuka pameran pada hari pertama.

Indo Defence 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri pertahanan dari berbagai belahan dunia. Total 1.180 perusahaan pertahanan dipastikan akan memamerkan produk-produk unggulannya, mulai dari alutsista darat, laut, udara, hingga sistem pertahanan siber.

Pameran ini juga akan diramaikan oleh negara-negara mitra strategis Indonesia, seperti Amerika Serikat, Turki, Korea Selatan, Prancis, dan Rusia. Mereka akan menampilkan berbagai teknologi militer terbaru serta membuka peluang kerja sama strategis di bidang pertahanan. 

Ajang Sempat Ditunda

Awalnya, Indo Defence dijadwalkan digelar pada November 2024. Namun, rencana tersebut ditunda karena Indonesia sedang berada dalam masa transisi pemerintahan. Kementerian Pertahanan kemudian menetapkan 11–14 Juni 2025 sebagai jadwal baru pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sjafrie menekankan pentingnya pelaksanaan acara ini tidak hanya sebagai forum pameran, tetapi juga sebagai platform diplomasi pertahanan dan kerja sama industri militer antarnegara.

“Kami pastikan semua elemen panitia bekerja maksimal demi kelancaran acara yang menjadi etalase pertahanan Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6