Idul Adha 2025, BPKH Distribusikan 520 Hewan Kurban hingga Wilayah 3T

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menggelar program Sedekah Kurban 1446 Hijriah. Kali ini dengan tema "Menebar Kebaikan, Berbagi Kebahagiaan".

Diterbitkan 08 Juni 2025, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menggelar program Sedekah Kurban 1446 Hijriah. Kali ini dengan tema "Menebar Kebaikan, Berbagi Kebahagiaan".

Anggota BPKH Sulistyowati menjelaskan, tahun ini atau Idul Adha 2025 menjadi kali kelima sejak program dijalankan pada 2020.

"Ini menunjukkan komitmen BPKH dalam menyalurkan manfaat keuangan haji kepada umat. Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan kurban, tetapi juga tentang keteladanan, keikhlasan, dan semangat untuk berbagi kepada sesama," ujar Sulistyowati dalam keterangan diterima, Minggu (8/6/2025).

Sulistyowati menambahkan, tahun ini BPKH menyalurkan 200 ekor sapi dan 320 ekor domba atau kambing ke beberapa provinsi di Indonesia, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (wilayah 3T).

"Pendistribusian ini dilakukan bersinergi dengan delapan mitra kemaslahatan BPKH, antara lain NU Care LAZISNU, LAZISMU, DT Peduli, Baitulmaal Muamalat, Rumah Zakat, Solo Peduli, LAZ Ummul Quro, dan PPPA Daarul Quran, untuk memastikan distribusi kurban berjalan amanah, merata, dan penuh manfaat," tutur dia.

Sulistyowati memastikan, Program Sedekah Kurban mengedepankan pemberdayaan ekonomi umat, mulai dari pengadaan hingga pengolahan daging kurban menjadi produk siap saji.

"Hal ini bertujuan agar manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memiliki daya tahan yang lebih lama," papar dia.

Dalam pembiayaan, Sulistyowati menjamin program menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Umat dan bukan berasal dari dana setoran awal jemaah haji.

Hal ini, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, dimana seluruh nilai manfaat akan dikembalikan kepada seluruh umat di seluruh Indonesia dalam kegiatan kemaslahatan.

"Melalui program ini, kita berharap kebaikan dari ibadah kurban dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri. Terima kasih atas partisipasi, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan. Bersama, kita menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan untuk Indonesia yang lebih baik," Sulistyowati menandasi.

 

Perjuangan Penyaluran Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Pulau Terpencil

Sebelumnya, Dompet Dhuafa melalui program tebar hewan kurban menyalurkan hewan kurban dari donatur kepada masyarakat.

Penyaluran hewan kurban salah satunya dititikberatkan ke masyarakat kepulauan, salah satunya di Pulau Saroppo Caddi, Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Sabtu pagi 7 Juni 2025, di dermaga Maccini Baji, Pangkajene dan Kepulauan, Tim Dompet Dhuafa Pusat dan cabang Sulawesi Selatan, volunter dan sejumlah awak media berkumpul. Mereka menaiki perahu yang terbuat dari kayu bertuliskan Kapal Dakwah Dompet Dhuafa.

Tim gabungan tersebut menaiki perahu bersama dengan satu sapi dan dua kambing yang diketahui merupakan hewan kurban. Hewan kurban tersebut milik donatur yang mengikuti program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa.

Tiga hewan kurban yang dinaikkan ke atas perahu dibawa ke Pulau Saroppo Caddi. Pengiriman tersebut merupakan salah satu titik lokasi pemberian hewan kurban untuk wilayah pulau terpencil.

Pada rombongan tersebut terdapat Perwakilan Marketing Komunikasi Dompet Dhuafa, Ika Atika yang mendampingi pengiriman hewan kurban. Sesekali Ika tampak memperhatikan hewan kurban yang dinaikkan ke atas perahu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

"Memang tidak mudah mengantarkan hewan kurban ke pulau terpencil, namun hal itu tidak menyurutkan Dompet Dhuafa menyampaikan amanat donatur kepada masyarakat," kata Ika.

 

Guncangan di Perahu

Angin laut dan ombak menjadi sebuah tantangan pada pengiriman hewan kurban di pulau terpencil. Sesekali perahu mengalami guncangan akibat terpaan ombak sehingga tim Dompet Dhuafa berusaha menenangkan hewan kurban.

"Butuh ketangkasan pada penyaluran hewan kurban ke pulau, apalagi ombak cukup terasa dan khawatir hewan kurban mengalami hal tidak diinginkan," kata Ika.

Setelah dua jam perjalanan, akhirnya rombongan Dompet Dhuafa sampai di Pulau Saroppo Caddi yang telah ditunggu perwakilan masyarakat di dermaga. Hewan kurban yang dibawa langsung diserahkan kepada perwakilan masyarakat untuk dikurbankan.

"Distribusi hewan kurban ke pulau supaya masyarakat muslim di pelosok maupun di pulau terpencil berbahagia merayakan Idul Adha dan merasakan daging hewan kurban," ucap Ika.

Masih di lokasi yang sama, Sekretaris Desa Matirolangi, Sulham mengapresiasi pemberian hewan kurban dari donatur melalui Dompet Dhuafa. Menurutnya, tahun ini daging kurban di Pulau Saroppo Caddi hanya pemberian dari Dompet Dhuafa.

"Tahun ini di sini penyembelihan hanya dari Dompet Dhuafa," kata Sulham.

Sambil melihat prosesi pemotongan hewan kurban, Sulam menjelaskan desa Matirolangi terdiri dari dua pulau, yakni Saroppo Caddi dan Saroppo Lompo. Adapun warganya mencapai 300 kepala keluarga atau 1.000 orang yang tinggal pulau tersebut.

"Warga kami berprofesi sebagai nelayan. Lihat saja, mereka antusias mendapatkan hewan kurban," tutur Sulham.

Sulham mengungkapkan, hewan kurban yang diberikan langsung disembelih dan dagingnya diserahkan kepada masyarakat.

"Warga kami senang mendapatkan daging hewan kurban, karena momen makan daging hanya saat pernikahan dan Idul Adha seperti ini," pungkas Sulham.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6