Pentingnya Program Pelatihan Aman Berkendara untuk Cegah Kecelakaan Lalu Lintas

Keselamatan pegawai atau karyawan menjadi prioritas setiap perusahaan, baik itu dalam melakukan pekerjaan yang berurusan dengan kantor, maupun keselamatan dalam berkendara di jalan umum.

Diperbarui 06 Juni 2025, 03:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keselamatan pegawai atau karyawan menjadi prioritas setiap perusahaan, baik itu dalam melakukan pekerjaan yang berurusan dengan kantor, maupun keselamatan dalam berkendara di jalan umum.

Keselamatan berkendara di jalan umum menjadi sorotan utama setiap perusahaan. Terlebih, angka kecelakaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sangatlah tinggi.

"Tahun lalu, menurut data Badan Pusat Statistik, ada 11.442 kasus kecelakaan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya. Tercatat, 619 orang meninggal dunia," kata HR & HSE Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Raden Ristriana Rachmawati, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/6/2025).

Faktor itulah, kata dia, yang tentunya menjadi sorotan sehingga menyelenggarakan Defensive Driving Training bekerja sama dengan Defensive Safety Training & Consulting (DSTC) sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam aspek keselamatan berkendara bagi karyawan yang beraktivitas di lapangan.

Pelatihan yang digelar di Gedung SOHO, Kamis (5/6/2025) diikuti oleh puluhan karyawan yang memiliki tugas operasional di luar kantor.

Para peserta dibekali teori serta praktik langsung mengenai teknik berkendara yang aman, antisipatif, dan bertanggung jawab di jalan raya.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Defensive Driving Training ini kami selenggarakan untuk memastikan setiap karyawan memiliki kesadaran dan kemampuan berkendara secara aman, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lain," ucap Raden.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh perusahaan dalam memperkuat budaya Health, Safety, Environment (HSE) di seluruh lini operasional.

"Kami ingin memastikan bahwa aspek keselamatan tidak hanya menjadi prosedur, tetapi benar-benar menjadi budaya yang hidup di Fonterra," terang Raden.

 

Latihan Praktis dan Simulasi Nyata

Melalui kegiatan ini, lanjut Raden, pihaknya menegaskan komitmennya terhadap target zero accident di lingkungan kerja maupun aktivitas luar kantor.

"Pelatihan serupa dijadwalkan akan dilakukan secara berkala, termasuk evaluasi dan tindak lanjut dari peserta pasca pelatihan," kata dia.

"Kami percaya bahwa investasi pada keselamatan adalah investasi pada keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan karyawan," pungkas Raden.

Sementara itu, Instruktur utama dari DSTC Catur Wibowo menyambut baik kerja sama ini. Dia menjelaskan, pelatihan defensive driving tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis mengemudi, tetapi juga pada aspek perilaku dan psikologis saat berkendara.

"Banyak kecelakaan bukan karena kurangnya kemampuan teknis, tetapi karena tidak adanya antisipasi dan pengendalian emosi saat di jalan. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk mengenali risiko, memahami batas kendaraan, serta mengembangkan pola pikir defensive saat berkendara," jelas Catur.

Kemudian, instruktur lainnya dari DSTC Sri Lestari menambahkan, metode pelatihan juga mencakup simulasi bahaya, pengenalan blind spot, dan teknik pengereman darurat yang sesuai dengan kondisi jalanan di Indonesia.

"Kami harap setelah pelatihan ini, peserta tidak hanya bisa menghindari kecelakaan, tapi juga bisa menjadi agen keselamatan berkendara di lingkungan kerja dan sosial mereka," kata Sri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6