Survei Indikator: Kejaksaan Paling Dipercaya Dibandingkan Lembaga Penegak Hukum Lain

Menurut Burhanuddin, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi sebuah lembaga.

Diperbarui 27 Mei 2025, 16:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Survei Indikator Politik Indonesia menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. Kejaksaan, dalam temuan Indikator, mendapatkan 76 persen tingkat kepercayaan publik. 

"Dalam 3-4 tahun ini, Kejaksaan terus menggebrak, melewati KPK yang biasanya tertinggi dalam ukuran public trust,” kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Tingkat Kepercayaan Publik Atas Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pemberantasan Korupsi’ secara virtual, Selasa (27/5). 

Survei dilakukan melalui mekanisme telepon pada periode 17-20 Mei 2025. Adapun sampel dipilih melalui metode Double Sampling (DS), menempatkan sebanyak 1,286 responden, pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Menurut Burhanuddin, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi sebuah lembaga. Kendati demikian, Burhanuddin melanjutkan, trust terhadap lembaga negara itu dinamis, bergantung pada kinerja lembaga. 

"Kalau kinerja membaik, publik tidak segan memberikan apresiasi. Begitu sebaliknya. Ini positif, memicu lembaga berlomba-lomba dalam kebaikan. Kecuali menganggap trust publik tidak penting,” ungkap Burhanuddin. 

Dalam catatan Indikator, Burhanuddin menilai baru di era Jaksa Agung ST Burhanuddin tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan selalu tinggi. Bahkan, memimpin di antara lembaga penegak hukum lain. 

"Baru di era Pak ST Burhanuddin trust Kejaksaan itu tinggi dan teratas di antara penegak hukum lain. Sebelumnya, kita tahu KPK yang selalu berada di atas,” kata Burhanuddin.

Jaksa Agung Tidak Takut Isu Hoaks

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya  berpesan agar jajaran Kejaksaan tetap semangat bekerja meski diterpa berbagai isu hingga pemberitaan bohong alias hoaks.

Hal tersebut disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2025).

“Beliau begitu, kita harus tetap semangat, kerja keras, dan berikan yang terbaik bagi pelayanan kepada masyarakat,” kata Harli.

Dia menegaskan, tak ada rasa takut dalam menghadapi isu tersebut. "Kalau bagi kami begini, kalau masyarakat ada bersama kami, media ada bersama kami, kami tidak akan pernah takut," ungkap Harli.

Harli menyebut, pihaknya tidak mengambil langkah hukum atau pun melaporkan isu pencopotan Jaksa Agung ke kepolisian.

"Malah sebenarnya kami sarankan, karena kami mendengar ini kan, membaca, mengikuti kan dari media juga. Pastilah teman-teman media mungkin lebih tahu dari mana sumbernya, dari mana," jelas dia.

"Jadi kami tidak dalam konteks itu misalnya untuk melaporkan. Kami anggap bahwa ini suatu tantangan. Suatu tantangan bagi kami untuk terus berkinerja baik," sambungnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6