FISH UNJ Latih Warga di Kepulauan Seribu Olah Buah Mangrove Jadi Sirup Bernilai Ekonomi

Della mengatakan, pengolahan buah mangrove menjadi sirup tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran pentingnya konservasi mangrove sebagai ekosistem pesisir.

Diperbarui 27 Mei 2025, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di RPTRA Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. 

Kegiatan yang bertema "Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Masyarakat Pulau Panggang melalui Literasi, Konservasi, dan Inovasi Produk Lokal" dilakukan pada Sabtu, 24 Mei 2025. Salah satu sesi dalam kegiatan tersebut mengangkat topik "Peningkatan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Sirup Mangrove". Materi disampaikan oleh dosen FISH UNJ, Della Ayu Lestari, bersama tim mahasiswa.

Dalam paparannya, Della mengatakan, pengolahan buah mangrove menjadi sirup tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran pentingnya konservasi mangrove sebagai ekosistem pesisir.

"Buah mangrove memiliki potensi bioaktif yang baik. Melalui pelatihan teknis dan pendampingan, masyarakat dapat mengolah mangrove menjadi produk bernilai tambah yang dapat memperkuat ekonomi lokal sembari melestarikan lingkungan,” ujar Della.

Pelatihan ini diikuti oleh warga Pulau Panggang dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga, pelaku UMKM, anggota PKK, serta pemuda setempat. Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan, pemilihan bahan baku, hingga proses produksi sirup mangrove. Tim pengabdian juga menyertakan media edukasi seperti poster dan video agar masyarakat dapat mereplikasi proses secara mandiri.

Produk hasil pelatihan diberi nama Mangro Vita, yang langsung dicicipi oleh peserta. Testimoni warga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi ini.

“Untuk rasa sirupnya itu unik. Beberapa ibu bilang rasanya seperti leci, dan wanginya seperti buah jagung manis. Ini wajib kita coba buat lagi, apalagi bisa dikombinasikan dengan madu,” ujar salah satu pelaku UMKM yang turut serta.

Hal senada disampaikan oleh Bang Paing, pemuda setempat. “Sirupnya enak dan segar. Ini dari buah mangrove yang jarang dimanfaatkan. Menurut saya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.”

 

Jadi Inovasi dan Ciptakan Peluang Ekonomi

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pulau Panggang, Abdul Salam, menyatakan dukungannya.

"Saya berharap pengabdian masyarakat dari UNJ di Kelurahan Pulau Panggang ini dapat menjadi inovasi yang diterapkan dan menjadi peluang ekonomi bagi warga,” ucapnya.

Tim pengabdian terdiri dari dosen dan mahasiswa dari program studi Ilmu Geografi dan Ilmu Komunikasi, yaitu Fikri Akbar dan Filya Rizky Lestari. Salah satu mahasiswa peserta, Amanda Murdiah Putri, mengatakan keterlibatannya memberi pengalaman penting dalam komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Di kegiatan ini, kami nggak cuma menyampaikan cara membuat sirup mangrove, tapi juga belajar langsung berkomunikasi dengan masyarakat lewat pendekatan yang partisipatif. Keberhasilan pemberdayaan itu sangat bergantung pada komunikasi dua arah dan kerja sama yang tulus,” katanya.

Program ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 15 tentang kehidupan di darat, serta mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan nyata di masyarakat.

Dengan pelatihan ini, UNJ berharap Pulau Panggang tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata ekologis, tetapi juga sebagai pusat pengembangan produk olahan mangrove yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6