Liputan6.com, Jakarta Jakarta dikenal sebagai kota yang tidak pernah benar-benar tidur. Lalu lintas yang padat hingga tekanan hidup membuat banyak warganya mendambakan ruang hening untuk berpikir dan menenangkan pikiran. Biasanya pusat perbelanjaan dan kafe menjadi destinasi utama warga selepas jam kerja.
Namun saat ini terdapat alternatif lain yang menawarkan ketenangan, yakni perpustakaan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memperpanjang waktu operasional perpustakaan hingga malam hari. Salah satunya yaitu Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Kebijakan memperpanjang waktu operasional memberikan kesempatan pada masyarakat yang tidak dapat mengakses saat jam sibuk. Khususnya para pencari ruang baca dan kerja yang nyaman hingga malam hari. Dengan perpanjangan hingga pukul 22.00 WIB, suasana perpustakaan justru semakin ramai menjelang sore hingga malam.
Advertisement
Pantauan Liputan6.com, sekitar pukul 19.00 WIB Perpustakaan Cikini dipadati oleh pengunjung. Mereka datang dengan berbagai latar belakang. Mulai dari karyawan kantoran yang baru pulang kerja, pelajar, hingga mahasiswa. Begitu memasuki area perpustakaan, rak-rak buku tertata rapi.
Beberapa pengunjung sibuk mencari buku bacaan yang dibutuhkan. Masing-masing lainnya langsung memilih lokasi favoritnya. Ada yang duduk di meja baca pribadi, ada pula yang berkumpul di area diskusi berkelompok. Fasilitas seperti ruang diskusi, meja coworking, dan bilik baca pribadi menjadi titik yang paling ramai.
Di beberapa sudut, terlihat pengunjung sibuk mengetik di laptop sambil sesekali berdiskusi pelan dengan rekan di sebelahnya. Ada pula yang menikmati suasana tenang sambil membaca buku di dekat jendela. Meski tampak ramai, suasana tetap terjaga.
Harapan Beroperasi Lebih Malam
Perpustakaan Jakarta ini beroperasi hingga malam mulai Mei 2025, biasanya tutup untuk pengunjung pada pukul 17.00 WIB. Keputusan ini mendapatkan berbagai dukungan positif oleh masyarakat, salah satunya Nirmala Sari. Sebagai mahasiswa dia mengaku membutuhkan lokasi tenang untuk mengerjakan tugas ataupun membaca buku.
"Dengan adanya perpanjangan jam operasional jadi lebih panjang buat ngerjain tugas atau baca buku. Jadi berasa enggak diburu-buru," kata Nirmala kepada Liputan6.com.
Selain itu, mahasiswa salah satu universitas swasta di Jakarta ini mengapresiasi koleksi buku yang lebih beragam. Sehingga membuat betah berlama-lama di perputakaan. Berbagai fasilitas juga sangat memanjakannya.
"Buku bacaan lengkap di sini daripada di kampus. Jadi senang saja kalau datang ke sini, betah rasanya, nyaman," ucap dia.
Hal serupa juga disampaikan Tristia, seorang pekerja yang menyempatkan untuk datang ke Perpustakaan Jakarta. Akhirnya dia menemukan tempat membaca buku yang tenang setelah lelah bekerja. Beberapa buku sejarah terkait kepala daerah yang pernah menjabat di DKI Jakarta menjadi pilihannya.
"Soalnya buku ini hanya bisa dibaca di tempat saja. Baca buku setelah pulang kerja bikin rileks. Apalagi pencahayaannya buat nyaman dan buat lebih konsentrasi. Berharapnya bisa beroperasi lebih malam lagi," ucap Tristia kepada Liputan6.com.
Namun, peningkatan kunjungan ini juga menimbulkan tantangan baru. Dyah Saleh mengeluhkan kualitas WiFi yang melambat dan pendingin ruangan yang kurang optimal ketika pengunjung membludak.
"Mungkin karena ramai jadi kurang dingin. Tapi keseluruhan senang karena buka sampai malam. Jadi bisa ngerjain beberapa kerjaan terus sambung baca buku di sini," jelas Dyah kepada Liputan6.com.
Perpustakaan Tak Hanya Sekadar Kumpulan Buku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065536/original/043395400_1656331219-Perpustakaan-Umum-Daerah-Provinsi-DKI-Jakarta-Iqbal-1.jpg)
Perpustakaan Jakarta juga dikenal sebagai Perpustakaan Cikini memiliki fasilitas modern yang dapat menampung hampir 100 ribu buku. Berbagai kegiatan juga sering diselenggarakan di sana. Mulai dari diskusi buku, pameran, hingga kegiatan kreatif lainnya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta mencatat bahwa tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta pada tahun 2024 mencapai skor 72,93 persen atau termasuk dalam kategori tinggi. Angka tersebut diperoleh berdasarkan lima indikator, yakni frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.
Sedangkan, berdasarkan data UNESCO indeks membaca di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi. Pada tahun 2023, survei menunjukkan bahwa sekitar 40 persen anak muda di bawah usia 25 tahun membaca setidaknya satu buku per bulan.
Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengaku pada tahun 2025 pihaknya akan melakukan sejumlah strategi baru, salah satunya yakni mengembangkan Perpustakaan Ki Ageng Serang. Hal tersebut juga dalam rangka untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.
"Kami Pemprov DKI Jakarta ingin menyediakan sebuah wadah kepada masyarakat sehingga masyarakat itu nyaman untuk hadir di perpustakaan, tidak semata-mata untuk membaca tapi juga menyediakan tempat untuk berdiskusi dan jika ada kepentingan lain oleh komunitas dapat menggunakan ruang-ruang yang ada di perpustakaan," kata Syaefuloh kepada Liputan6.com.
Selain itu, Syaefuloh menyatakan nantinya perpustakaan tidak hanya digunakan sebagai ruang membaca. Namun juga akan dipersiapkan untuk lokasi berdiskusi, kepentingan lain dengan komunitas dan sebagainya.
"Kita ingin perpustakaan tidak semata-mata hanya kumpulan buku, tetapi ada aktivitas yang lebih luas dari situ, tempat membaca, tempat berekspresi, dan pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah karya yang kemudian bisa dipelajari oleh banyak pihak," jelas dia.
Advertisement
Bukan Sekadar Jam Buka, Tapi soal Kualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065538/original/057179200_1656331221-Perpustakaan-Umum-Daerah-Provinsi-DKI-Jakarta-Iqbal-8.jpg)
Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, kunjungan ke Perpustakaan Cikini pada akhir pekan mencapai 3.500 orang. Hal tersebut menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perpustakaan. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa (75,9 persen), diikuti oleh wiraswasta (10,7 persen), pegawai (8,8 persen), dan lainnya (4,6 persen).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sempat melakukan peninjauan ke Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/5/2025). Kunjungannya untuk mengecek kesiapan fasilitas dan sumber daya perpustakaan terkait perpanjangan waktu operasional.
Pramono mengaku sempat berinteraksi dengan pengunjung untuk mengetahui secara langsung respons mereka terkait kebijakan waktu operasional perpustakaan. Beberapa di antaranya berharap waktu operasional bisa hingga pukul 23.00 WIB.
"Namun, menurut saya pukul 22.00 WIB sudah cukup, karena itu sudah kita atur," kata Pramono.
Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin telah melakukan uji coba perpanjangan jam operasional menjadi pukul 09.00–22.00 WIB. Selama masa uji coba dalam beberapa hari terakhir, terjadi peningkatan jumlah pengunjung sebesar 53 persen.
Menurut Pramono, angka tersebut merupakan kenaikan yang signifikan. Sebab, angka 3.000 pengunjung per hari dianggap sangat sulit.
"Namun sekarang, di akhir pekan dengan perpanjangan jam operasional ini, jumlah pengunjung bisa mencapai 3.200 bahkan 3.600," ucapnya.
Dia menegaskan, perpanjangan waktu operasional perpustakaan hingga malam hari tidak akan membebani keuangan daerah. Sebab anggaran yang dibutuhkan tidak besar.
Fokus utama Pramono saat ini yaitu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Salah satunya yaitu diukur melalui akreditasi. 34 perpustakaan di Jakarta, delapan diantaranya yang sudah mendapatkan akreditasi A merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Delapan perpustakaan tersebut menjadi prioritas untuk perpanjangan waktu operasional.
Selain itu, Pramono juga menginstruksikan pihak perpustakaan untuk menyiapkan sistem penjagaan dengan tiga shift. Hal tersebut untuk keberlangsungan layanan kepada masyarakat yang terus terjaga.
"Saya sangat bergembira karena responsnya luar biasa, dan banyak yang datang bersama keluarga. Hal ini juga merupakan bentuk pendidikan yang baik bagi anak-anak secara keseluruhan, dan mereka merasa puas dengan fasilitas yang tersedia,” jelas dia.
Koleksi Buku Harus Bertambah
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin, turut menyoroti pentingnya perbaikan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan perpanjangan jam operasional perpusatakaan. Setelah itu kata dia, diperlukannya evaluasi secara menyeluruh, termasuk fasilitas dan koleksi bukunya.
“Setiap perpustakaan agar melengkapi koleksi buku sehingga memenuhi kebutuhan warga terhadap bahan bacaan,” kata dia.
Selain itu, Thamrin juga menyarankan agar perpustakaan dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik di malam hari, sebagai strategi untuk menjaga antusiasme masyarakat.
"Diskusi buku, pemutaran film dokumenter, kelas menulis, hingga workshop kreatif dapat menjadi agenda rutin yang memperkaya aktivitas literasi," jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219080/original/044792100_1747205569-1080x1080_01.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/878319/original/091719200_1744897295-1000013711.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065535/original/049998700_1656331218-Perpustakaan-Umum-Daerah-Provinsi-DKI-Jakarta-Iqbal-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/414/original/025196600_1563198010-IMG_20161026_123308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)