Liputan6.com, Jakarta - Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengamankan 299 terduga pelaku premanisme yang terjaring dalam operasi 'Brantas Jaya'. Dari ratusan pelaku, 25 orang di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka.
"Total 299 orang yang diamankan, 25 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, 258 orang dibina melalui instansi terkait, dan 16 orang lainnya masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, Sabtu (17/5/2025).
Fuady mengungkapkan dari ratusan pelaku premanisme yang diamankan, ada yang menjadi sorotan pihaknya yakni praktik parkir liar di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Advertisement
Dia mengatakan ada 19 orang diamankan di kasus tersebut dan bisa meraup keuntungan hingga Rp90 juta per bulan.
"Dalam kasus ini, 19 orang diamankan dengan barang bukti 37 unit kendaraan. Diduga, para pelaku memungut uang parkir secara tidak resmi dengan tarif bervariasi, antara Rp300.000 rupiah hingga Rp600.000 rupiah per kendaraan per bulan. Total pendapatan dari kegiatan tersebut diperkirakan mencapai 90 juta per bulan," beber Fuady.
Kasus Tindak Pidana Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2406342/original/032191100_1542019322-Polres-Jakarta-barat-Tangkap-23-Preman7.jpg)
Kapolres Metro Jakarta Utara itu menambahkan ada juga pengungkapan kasus tindak pidana lainnya yakni 5 kasus pengeroyokan (Pasal 170 KUHP),12 kasus penagihan utang yang mengarah pada pemaksaan,1 kasus pelanggaran terkait ketertiban umum (Pasal 335 KUHP), serta 1 kasus balap liar.
Barang bukti yang berhasil diamankan termasuk senjata tajam, pakaian pelaku, kendaraan bermotor, serta rekaman video kegiatan premanisme.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum ke 110.
“Kami membuka ruang pengaduan masyarakat. Jangan ragu melapor jika menemukan praktik yang merugikan atau mengganggu lingkungan,” pungkas dia.
Advertisement
Kapolri Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sigit memastikan bahwa tindakan hukum akan diberlakukan tanpa pandang bulu, terlepas dari simbol atau kelompok mana pelaku berasal.
"Saya kira kaitannya dengan aksi premanisme, Polri tidak melihat ini dari kelompok mana, jadi kalau mereka terindikasi menggunakan simbol-simbol tertentu, buat kami yang kami lihat adalah tindakannya. Kalau meresahkan masyarakat kami tindak tegas. Apakah ini kelompok dalam tanda kutip ataupun siapa pun itu sepanjang meresahkan masyarakat kami tidak kompromi dan kami tindak tegas," kata Sigit dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Baharkam dan Korps Brimob Polri di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Kamis (15/5/2025).
Langkah-langkah Polri dalam Pemberantasan Premanisme
Sebagai langkah konkret, Polri telah menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) sejak 1 Mei 2025 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan yang kerap meresahkan publik, termasuk premanisme.
“Masalah aksi premanisme, gangguan di wilayah perindustrian, isu debt collector, narkoba, judi online, penyelundupan, TPPO (tindak pidana perdagangan orang), dan terorisme, tentunya ini menjadi tugas yang dititipkan oleh Bapak Presiden,” ujar Sigit.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemberantasan premanisme juga merupakan bagian dari upaya Polri untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.
"Apalagi terkait masalah pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kami Polri konsen terhadap masalah itu dan kami akan kawal program-program tersebut. Ini menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga dan mengawal pertumbuhan ekonomi dan investasi yang ada,” jelas Sigit.
Reporter: Rahmat Baihaqi
Sumber: Merdeka.com
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212347/original/007954400_1746610014-1080x1080_01__1_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223106/original/048929400_1747481037-IMG-20250517-WA0023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8214090/original/096246900_1781073646-Video_BBB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7615950/original/041185500_1780402079-Preman_bersenjata_golok_ancam_penjaga_apotek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553961/original/096957500_1776055323-Screenshot_2026-04-13_at_11.39.03.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2813835/original/092864400_1558600568-20190523-Pasar-Tanah-Abang-Masih-Ditutup-HERMAN-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553521/original/047601300_1775980958-eb2aa537-4698-43bd-8a88-aa1ea86fb629.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553475/original/086223200_1775975383-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_13.09.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552607/original/003689700_1775815235-WhatsApp_Image_2026-04-10_at_16.53.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542603/original/063095800_1774947762-Pramono_Pelindo.jpeg)