PKB Dukung Ide Megawati soal Polemik Ijazah Jokowi: Ini Masalah Sederhana

Ketua DPP PKB Daniel Johan sependapat dengan Megawati agar ijazah Jokowi dibuka saja supaya mengakhiri polemik yang berlarut-larut.

Diterbitkan 16 Mei 2025, 08:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi masukan untuk polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut dia, bila ijazahnya asli, maka sebaiknya Jokowi tunjukkan saja ke publik. Tidak perlu menunggu publik heboh.

Terkait hal itu, Ketua DPP PKB Daniel Johan sependapat dengan Megawati agar ijazah Jokowi dibuka saja supaya mengakhiri polemik yang berlarut-larut.

"Sebenarnya memang simple dan sesederhana itu, sehingga tidak menghabiskan energi yang tidak perlu dan berlarut-larut, tinggal tunjukkan keasliannya dan selesai," kata Daniel Johan kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).

Menurut dia, banyak permasalahan negara yang jauh lebih penting dan dibutuhkan masyarakat, ketimbang buang energi membahas soal ijazah.

"Banyak masalah penting dan urgent yang butuh perhatian dan energi kita," ucapnya.

Megawati Soal Heboh Ijazah Jokowi Palsu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung hebohnya kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut publik menjadi gonjang-ganjing soal ijazah Jokowi.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, benar apa enggak?" ujar Megawati.

Megawati menyebut, bila ijazahnya asli, maka sebaiknya Jokowi tunjukkan saja ke publik. Tidak perlu menunggu publik heboh.

"Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja 'ini ijazah saya', gitu loh," ucap Megawati.

 

Pengalamannya

Megawati pun berbicara pengalamannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Dia memastikan memiliki dokumen asli soal gelar akademiknya.

"Saya punya bukti. Kata orang, gelar profesor saya ada tiga. Gelar doktor honoris causa saya ada sebelas, dan saya masih menunggu empat lagi. Makanya saya bilang, ‘loh, kok bingung? Profesor sebelas, kok bingung?" kata Megawati.

"Saya sendiri sempat bingung, apakah harus buat tesis atau bagaimana? Tapi saya tanya ke banyak orang pintar, katanya gelar itu bentuk penghormatan," tuturnya.

 

 

Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6