Khofifah Dinilai Berhasil Dorong Ekonomi Jatim Lewat Misi Dagang di Kaltim

Baihaki Sirajt mengungkapkan, Misi Dagang dan Investasi bersama Kaltim menjadi tolok ukur keberhasilan Khofifah di bidang ekonomi. Terbukti, transaksi yang mencapai Rp1 triliun tersebut mengangkat perekonomian Jatim.

Diperbarui 10 Mei 2025, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa disebut berhasil melejitkan ekonomi Jatim. Kesuksesan tersebut tecermin dari Pemerintah Provinsi Jatim yang menjalin program Misi Dagang dan Investasi dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur Eksekutif Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirajt mengungkapkan, Misi Dagang dan Investasi bersama Kaltim menjadi tolok ukur keberhasilan Khofifah di bidang ekonomi. Terbukti, transaksi yang mencapai Rp1 triliun tersebut mengangkat perekonomian Jatim.

“Saya rasa yang telah dilakukan oleh Gubernur Jatim sangat positif. Artinya, sangat membantu sekali terhadap pengangkatan ekonomi khususnya di wilayah Jatim,” kata Baihaki, Sabtu (10/5/2025).

Seperti diketahui, peluang perdagangan di dalam negeri terus dimanfaatkan Khofifah di tengah adanya tekanan sekaligus kontraksi ekonomi global. Berlangsung di Balikpapan, Kaltim, Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi Khofifah sudah mencatatkan transaksi hingga Rp1 triliun.

Adapun total transaksi sebesar Rp1,053 triliun yang terdiri dari transaksi Jatim jual sebanyak Rp598,953 miliar, Jatim beli sebanyak Rp230,099 miliar dan Jatim investasi sebanyak Rp224,094 miliar. Selain itu komoditas yang dilakukan jual dan beli meliputi batu bara, pakan ikan, produk makanan-minuman hingga komoditas crude palm oil hingga wood pallet.

Tak berhenti sampai di situ, Misi Dagang Jatim juga sudah merambah ke pasar mancanegara. Terhitung sejak 2022, Jatim telah melakukan 5 kali Misi Dagang luar negeri yakni ke Arab Saudi, Malaysia, Timor Leste, Hong Kong dan Jepang dengan potensi transaksi mencapai Rp1,6 triliun.

39 Kali Misi Dagang

Kemudian, bila diakumulasikan sejak 2019 hingga 2025, Pemprov Jatim telah menggelar 39 kali Misi Dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp13,12 triliun dan melibatkan 2.142 pelaku usaha.

Oleh karena itu, Baihaki menilai, dengan langkah gesit Khofifah itu, tidak heran jika Provinsi Jatim di sektor ekonomi terus bergeliat menuju ke arah yang lebih baik.

“Sehingga tatkala ada Misi Dagang ini artinya ada pertukaran perdagangan. Ada semacam geliat ekonomi yang meningkat. Di situ dipandang oleh gubernur di samping peningkatan terhadap PAD juga akan mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan perekonomian Jatim,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6