Komitmen Permudah Akses Pendidikan Bagi Warga Miskin di Dataran Tinggi, Menteri Dody Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Solok

Menteri Dody pun menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan, khususnya lewat program Sekolah Rakyat ini.

Diperbarui 04 Mei 2025, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Peninjauan terhadap lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Sabtu (03/05/2025). Kunjungan ini juga dilakukan bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, dan Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Adapun tinjauan lapangan ini dilakukan demi memastikan kesiapan lahan dan prasarana yang akan digunakan untuk mengembangkan Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presidn Prabowo Subianto.

Menteri Dody pun menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan, khususnya lewat program Sekolah Rakyat ini.

"Kami memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia khususnya dari kalangan miskin ekstrem yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas," kata Menteri Dody.

Wujud Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan di Daerah

Rencananya, calon Sekolah Rakyat yang akan didirikan di Kabupaten Solok menggunakan lahan dan bangunan milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja di Kabupaten Solok, dengan luas 20.480 meter persegi.

Setelah itu, rehabilitasi akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis, Kementerian PU dengan mengoptimalkan bangunan eksisting BLK meliputi pekerjaan rehabilitasi 19 ruang asrama dan 7 rumah dinas dengan kapasitas 100 siswa/siswi.

Menteri Dody juga mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat ini harus didorong dan didukung oleh seluruh pihak, baik Kementerian/Lembaga terkait maupun Pemerintah Daerah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Kabupaten Solok dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah, terutama untuk masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan kesulitan akses pendidikan," kata Menteri Dody.

Investasi Pendidikan Jangka Panjang di Sumatera Barat

Total dana yang diperlukan untuk pekerjaan fisik pengembangan bangunan eksisting BLK ini diperkirakan mencapai Rp7,8 miliar. Selain asrama dan rumah dinas, nantinya juga akan dilakukan rehabilitasi perpustakaan, ruang UKS, 4 ruang kelas, mushola, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang kepala sekolah.

Rehabilitasi Balai Latihan Kerja Kabupaten Solok masuk dalam rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Provinsi Sumatera Barat tahap 1. Selain BLK Solok juga akan dibangun 2 lokasi lainnya, yakni di Balai Besar Pendidikan & Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Padang dengan luas lahan 20.480 meter persegi dan Kampus 3 Universitas Negeri Padang dengan luas lahan 9.733 meter persegi.

Selanjutnya pada Tahap II telah dilakukan survei untuk 7 lokasi yang tersebar di Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi/ lembaga terkait di Provinsi Sumatera Barat guna mendukung kelancaran pengembangan Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi berkualitas dan mandiri di Provinsi Sumatera Barat.

"Terima kasih Pak Menteri PU, program ini sangat strategis untuk mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di kawasan dataran tinggi di Sumatera Barat yang selama ini terkendala akses dan fasilitas,” kata Mahyeldi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6