Prabowo Sebut Terminal Haji dan Umrah Bandara Soetta Bisa Tampung 94 Juta Jemaah per Tahun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Terminal baru itu diproyeksikan mampu menampung kapasitas hingga 94 juta orang per tahun.

Diperbarui 04 Mei 2025, 15:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), di Tangerang, Banten, Minggu (4/5/2025). Prabowo menyebut, terminal baru itu mampu menampung 94 juta jemaah setiap tahunnya. 

"Kita bangga fasilitas ini bagus, modern, nyaman luas dan kemampuan kapasitas ini cukup membanggakan dilaporkan mencapai 94 juta kapasitas per tahun," kata Prabowo.

Prabowo memuji revitalisasi Terminal 2F Bandara Soetta karena memiliki fasilitas yang modern, luas, dan nyaman. Dengan kapaita 94 juta orang per tahun, menurutnya hal itu adalah investasi yang menjanjikan.

"94 juta kapasitas orang per tahun. Ini investasi bagus," kata dia. 

Prabowo mengaku mendapat kehormatan dapat meresmikan terminal baru di Bandara Soetta tersebut.

"Selamat, dan dengan demikian saya hari ini dapat kehormatan besar meresmikan terminal khusus haji dan umrah, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta," pungkas Prabowo.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di 2F Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (4/5/2025). Prabowo akan didampingi jajaran kementerian, Kedubes Arab Saudi, dan sejumlah pejabat di Angkasa Pura Indonesia, InJourney Indonesia, dan stakeholder lainnya.

Pantauan Liputan6.com pukul 13.25 WIB, sejumlah jajaran menteri Kabinet Merah Putih sudah tiba di lokasi. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri BUMN Erick Tohir, Dirut Injourney Maya Wartono, hingga Direktur Angkasa Pura Indonesia.

Lounge yang biasa digunakan untuk check in calon jemaah umrah, sudah ditata sedemikian untuk peresmian. Tampak jajaran kabinet menteri sudah berbaris diarahkan oleh protokoler.

 

Kerja Sama Semua Pihak Sukseskan Haji 2025

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, perlu kerja sama semua pihak agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik.

"Ini kerja bersama. Bagaimana pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan tepat. Jadi kita butuh sinergi dari semua pihak," kata dia seperti dikutip dari laman Kemenko PMK, Sabtu (3/5/2025).

Dia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga dalam setiap aspek layanan.

Dari aspek maslahat, lanjut Praktino, ini mencakup pembiayaan dan pengelolaan dana haji. Dari aspek keselamatan, mencakup kelayakan pesawat udara, layanan embarkasi-debarkasi, jalur cepat (fast track), serta perlindungan WNI.

Dari aspek kekhusyukan, masih kata dia, mencakup pembinaan jemaah dan petugas haji, layanan akomodasi dan transportasi yang nyaman menuju tempat ibadah, serta bimbingan syariah manasik haji.

 

Fokus Pelayanan di Tanah Suci

Adapun aspek kesehatan mencakup layanan vaksinasi, fasilitas dan layanan kesehatan, dan kesiapan konsumsi.

"Kita sinergikan semuanya, bagaimana manajemennya agar pelaksanaan haji tetap berjalan baik, jemaah menjadi haji mabrur, jemaah puas, serta ramah lansia dan disabilitas," jelas Pratikno.

Untuk pelayanan di Arab Saudi, masih kata dia, pemerintah fokus pada pemenuhan kuota petugas haji sebesar 2 persen atau sekitar 4.420 orang, penyelesaian masalah penerbangan yang belum sesuai rute, penyiapan skema tanazul di Mina, serta mitigasi kepadatan layanan Masyair di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Untuk jangka pendek, kita harus mengawal haji tahun ini dengan baik. Untuk jangka panjang, kita siapkan skenario agar tantangan saat ini tidak berulang. Setelah pelaksanaan haji selesai, kita bahas lebih lanjut perbaikan ke depan," pungkas Pratikno. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6