Prabowo Dorong Program Digitalisasi, Semua Sekolah Dapat TV pada 2026

Prabowo mengatakan pembelajaran berbasis digital dapat memberikan pelajaran-pelajaran terbaik untuk para siswa-siswi.

Diperbarui 02 Mei 2025, 20:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program hasil terbaik cepat (PHTC) untuk pemerataan kualitas pendidikan Indonesia, salah satunya melalui program digitalisasi sekolah. Nantinya, pemerintah akan memasang layar televisi (TV) di seluruh sekolah untuk menunjang pembelajaran berbasis digital.

"Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah. Kita akan taruh layar-layar televisi di tiap sekolah kita," kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di SDN Cihampar 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).

Dia mengatakan, pembelajaran berbasis digital dapat memberikan pelajaran-pelajaran terbaik untuk para siswa-siswi. Khususnya, siswa dan siswi yang berada di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) Indonesia.

"Di situ kita bisa memberi pelajaran-pelajaran yang terbaik dan ini bisa bermanfaat untuk sekolah-sekolah, apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah terluar ataupun di daerah-daerah kota dan sebagainya yang mengalami kesulitan mendapat bahan atau mendapat guru yang ahli di bidang-bidang tertentu," jelasnya.

Program ini ditargetkan mulai berjalan dalam beberapa bulan ke depan dengan harapan seluruh sekolah sudah terpasang layar televisi pada pertengahan 2026. Prabowo menyebut program ini sangat membantu sekolah-sekolah di daerah terpencil yang kekurangan tenaga pendidik berkualitas.

"Ini membantu sekolah-sekolah, membantu guru-guru di semua sekolah-sekolah di seluruh Indonesia," tutur Prabowo.

Dengan digitalisasi dan penguatan infrastruktur pendidikan, Prabowo berharap dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia yang unggul. Dia juga berterima kasih kepada para guru yang banyak berjasa di dunia pendidikan.

"Sungguh-sungguh para guru ini adalah memang pahlawan yang sering tanpa tanda jasa. Saudara-saudara sekalian, untuk itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan marilah kita bersatu marilah kita kerja sama marilah kita rukun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang rukun," ucap Prabowo.

Prabowo: Bagaimana Bisa Ada Sekolah Hanya Punya 1 Toilet?

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti sarana dan prasarana sekolah di Indonesia yang kondisinya memprihatikan. Prabowo mengaku heran masih ada sekolah di Indonesia yang hanya memiliki satu toilet untuk seluruh guru dan siswanya.

"Bagaimana bisa suatu sekolah toiletnya hanya 1. Bagaimana bisa?" kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).

Dia juga prihatin dengan banyaknya sekolah di Indonesia yang bangunannya rusak. Padahal, kata Prabowo, alokasi anggaran pendidikan sangat besar di APBN.

Untuk itu, Prabowo meminta semua pihak mengelola anggaran pendidikan dengan baik. Dia menekankan anggaran yang dialokasikan pemerintah harus betul-betul digunakan untuk kemajuan pendidikan.

"Mari kita waspada, mari kita jujur kepada diri kita sendiri, apakah anggaran pendidikan yang begitu besar sudah bertahun-tahun, apakah sampai kepada alamat yang ditujukan," tuturnya.

"Kita masih melihat tadi begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak, padahal kalau kita buka-bukaan, anggarannya ada," sambung Prabowo.

Dia juga mengingatkan kepala daerah memberikan perhatian terhadap perbaikan sekolah-sekolah. Prabowo telah menetapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk perbaikan sekolah.

Hanya saja, anggaran tersebut diakui Prabowo hanya cukup memperbaiki 11.000 sekolah di Indonesia. Sementara itu, jumlah sekolah di Indonesia mencapai 330.000.

"Saya memang menetapkan anggaran saya kira cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah tetapi tidak cukup berapa? Rp16 (triliun), hampir Rp17 triliun. Tetapi cukup mungkin hanya 11.000 sekolah. Ini tidak cukup, sekolah seluruh Indonesia adalah 330.000 sekolah," jelas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6