Hari Pertama Sekolah, BGN Tinjau Pelaksanaan MBG di Jakarta Pusat

BGN memantau pelaksanaan MBG pada hari pertama masuk sekolah untuk memastikan kualitas gizi, keamanan pangan, dan distribusi berjalan sesuai standar.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 14:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN meninjau Program Makan Bergizi Gratis untuk gizi anak dan ekonomi lokal.
  • Program MBG diharapkan menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan pangan daerah.
  • Kualitas gizi, terutama protein hewani, serta evaluasi program harus dijaga.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Pusat pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, Senin (13/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati. Mereka mengunjungi SDN Cikini 01, SDN Cikini 02, SMA Muhammadiyah 1, SPPG Jakarta Pusat Menteng Pegangsaan 1, serta SPPG Jakarta Pusat Johar Baru Kampung Rawa 2.

Trenggono mengatakan Program MBG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal dan pelibatan pelaku usaha setempat.

"Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. Kita perlu memanfaatkan buah-buahan lokal yang kualitasnya berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar," ujar Trenggono.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi setiap menu yang disajikan. Menurutnya, protein hewani perlu tersedia secara konsisten untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah.

"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Karena itu, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," jelasnya.

 

Aktif Berikan Pendampingan

Selain itu, Trenggono meminta pengelola SPPG dan para mitra aktif melakukan pendampingan selama pelaksanaan program.

Ia juga mendorong pengelola rutin berkomunikasi dengan pihak sekolah serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, peserta didik, dan penerima manfaat lainnya sebagai bahan evaluasi penyusunan menu.

BGN menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas gizi anak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6