Jaga Kepercayaan Investor, Pemerintah dan OJK Perkuat Integritas Pasar Modal

Pemerintah bersama OJK perkuat reformasi sektor keuangan lewat transparansi pasar modal dan perluasan transaksi mata uang lokal (LCT) dengan BI.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperkuat reformasi sektor keuangan melalui peningkatan transparansi pasar modal dan pendalaman pasar keuangan. Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus bergejolak.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan bahwa pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat integritas pasar melalui sejumlah kebijakan yang terkoordinasi erat.

“Pemerintah dan OJK akan terus memperkuat integritas dan kepercayaan pasar melalui berbagai kebijakan, seperti pengungkapan pemegang saham di atas 1%, penerapan kerangka kepemilikan saham yang tinggi, peningkatan batas minimal saham publik secara bertahap, serta pendalaman pasar keuangan,” ujar Ferry dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Hotel Bidakara, Selasa (14/7/2026).

Menurut Ferry, kebijakan strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen kuat pemerintah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi bagi perekonomian Indonesia.

 

LCT Sebagai Tameng Volatilitas Rupiah

Ferry menambahkan bahwa reformasi sektor keuangan juga diarahkan untuk meredam dampak negatif dari gejolak eksternal, termasuk volatilitas nilai tukar rupiah yang fluktuatif. Salah satu langkah konkret yang ditempuh pemerintah adalah memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) bersama Bank Indonesia (BI).

“Untuk menghadapi volatilitas nilai tukar rupiah, pemerintah bersama Bank Indonesia terus mengembangkan transaksi mata uang lokal. Banyak negara mitra dagang Indonesia juga telah menjalin kerja sama untuk memperkuat local currency transaction,” jelas Ferry.

Sebagai penutup, Ferry menegaskan bahwa penguatan tata kelola (governance) serta reformasi sektor keuangan yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas pasar domestik. Langkah ini sekaligus menciptakan kepastian hukum dan operasional yang krusial bagi para pelaku usaha serta investor global di tengah dinamika ekonomi dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6