Cuaca Indonesia Hari Ini Jumat 2 Mei 2025, BMKG: Sejumlah Wilayah Potensi Hujan Ringan

BMKG melaporkan bahwa cuaca sejumlah kota besar di Indonesia hari ini, Jumat, 2 Mei 2025, berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Bahkan sebagian berpotensi turun hujan disertai petir.

Diperbarui 02 Mei 2025, 08:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi hujan ringan pada hari ini, Jumat, 2 Mei 2025. Beberapa kota besar yang dimaksud antara lain, Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Jayapura.

Prakirawan cuaca BMKG, Rira A Damanik menyebutkan, wilayah di Pulau Sumatera yang berpotensi hujan ringan adalah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang, dan Tanjung Pinang. Sementara itu, potensi berawan tebal terdapat di Bandar Lampung.

"Waspadai potensi hujan disertai petir di Palembang," kata Rira menyampaikan prakiraan cuaca Indonesia hari ini, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/5/2025).

Sedangkan untuk Pulau Jawa, BMKG melaporkan adanya potensi udara kabur di Serang, asap atau kabut di Bandung, awan tebal di Yogyakarta, serta potensi hujan ringan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

"Selanjutnya untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Potensi udara kabur terdapat di Mataram, asap atau kabut di Denpasar, berawan tebal di Kupang," katanya menambahkan.

Di Pulau Kalimantan, terdapat potensi awan tebal di Banjarmasin, hujan ringan di Pontianak dan Palangkaraya, hujan sedang di Samarinda. Rira mengingatkan kepada masyarakat setempat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor.

Adapun di Pulau Sulawesi, BMKG melaporkan adanya potensi awan tebal di Gorontalo, dan hujan ringan yang diperkirakan turun di wilayah Manado, Palu, Mamuju, Kendari, dan Makassar.

Sedangkan wilayah Indonesia Bagian Timur, terdapat potensi asap atau kabut di Ambon, serta potensi hujan ringan di Ternate, Sorong, Manokwari, dan Jayapura. "Potensi hujan sedang di Jayawijaya, dan waspadai potensi hujan disertai petir di Nabire dan Merauke," kata Rira memungkasi.

Kemarau Diprediksi Datang Lebih Cepat

Sementara itu diberitakan sebelumnya, BMKG memprakirakan musim kemarau 2025 di Indonesia diprediksi akan datang lebih cepat di beberapa wilayah, dimulai pada April, hingga Mei dan Juni. Meskipun durasi musim kemarau diprediksi lebih pendek dari biasanya, potensi risiko tetap ada dan perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat dan sektor terkait.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dikutip dari laman resmi BMKG mengatakan, secara umum puncak musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juni, Juli dan Agustus 2025.

BMKG telah menganalisis data iklim dan cuaca, mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi musim kemarau di Indonesia. 

Pada bulan April, sekitar 115 Zona Musim (ZOM) memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan meningkat pada Mei dan Juni, meliputi sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Nusa Tenggara diperkirakan mengalami kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi antara Juni hingga Agustus 2025.

Wilayah Jawa bagian tengah dan timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada bulan Agustus. Wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal, yaitu Juni-Juli.

Waspada Karhutla

BMKG juga memprediksi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera dan Kalimantan. Hal ini perlu diantisipasi dengan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang memadai. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Perlu diingat bahwa prediksi cuaca dapat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG. 

Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, menjelang musim kemarau 2025. BNPB juga telah menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Riau, Selasa kemarin (29/4/2025).

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan apel tersebut melibatkan 28 kementerian/lembaga serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

"Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang diproyeksikan dimulai pada akhir April hingga awal Mei," kata Suharyanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6