Akui Jateng Provinsi Termiskin di Jawa, Gubernur Luthfi: Kami Bukan Nabi Musa

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui bahwa provinsinya menjadi daerah termiskin se-Pulau Jawa. Dia menyatakan angka kemiskinan di Jawa Tengah masih sangat tinggi.

Diterbitkan 01 Mei 2025, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui bahwa provinsinya menjadi daerah termiskin se-Pulau Jawa. Dia menyatakan angka kemiskinan di Jawa Tengah masih sangat tinggi.

Ahmad Luthfi menyebut, berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 9,58 juta jiwa.

"Di antara provinsi di Pulau Jawa, angka kemiskinan kita paling tinggi. Kita menang hanya dari Jogja," kata Ahmad Luthfi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Namun, ia menatakan bukanlah Nabi Musa yang langsung bisa mengubah keadaan itu. "Selama kami menjabat dari tanggal 20, sudah sekitar 70 hari. Kami bukan Nabi Musa yang bisa langsung mengubah suatu keadaan," ucap Luthfi.

Meski begitu, Luthfi mengatakan, pihaknya punya strategi dan komitmen kuat untuk menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Salah satu pendekatannya dengan memperkuat konektivitas dan sinergi antarwilayah.

"Jawa Tengah adalah sentralnya Jawa, karena jadi penghubung antara Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Maka Jateng harus mengalami perubahan nyata," tegasnya.

Luthfi pun mulai membangun komunikasi intensif dengan para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Dia berharap gagasan besar untuk penanggulangan kemiskinan bisa segera diimplementasikan.

"Kami akan menyampaikan gagasan dan menindaklanjutinya bersama seluruh kepala daerah. Ini bukan hanya pekerjaan satu pihak, tapi butuh kolaborasi semua elemen, dari provinsi hingga desa," ucap Luthfi.

 

Arah Kebijakan Pembangunan Jawa Tengah untuk Menekan Angka Kemiskinan

Luthfi menyebut arah kebijakan pembangunan Jawa Tengah akan berfokus pada dua hal yaitu lumbung pangan nasional dan sebagai pusat pertumbuhan industri.

Menurut eks Kapolda Jateng ini, kedua sektor tersebut bisa menjadi motor penggerak dalam upaya menekan kemiskinan.

"Jawa Tengah harus menjadi tulang punggung menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu kita harus punya daya ungkit ekonomi yang kuat dan berkelanjutan," ucap Ahmad Luthfi.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6