Wabendum PB HMI Dukung Koperasi Desa Merah Putih: Solusi Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Rakyat

Melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia pada 12 Juli 2025.

Diperbarui 15 April 2025, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Saeful Bahri menyoroti pembentukan Koperasi desa merah putih.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia pada 12 Juli 2025.

"Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketimpangan pembangunan. Ini akan menjadi angin segar pada perekonomian di negara kita ini," ujar Saeful dalam keterangannya, Selasa (15/4).

Lebih lanjut, Saeful menyebutkan Koperasi Desa Merah Putih ini lebih dari sekadar proyek ekonomi, program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun manusia Indonesia.

"Adanya Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi terobosan disektor ekonomi kerakyatan yang tentunya akan menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM di Indonesia."

Saeful juga menilai bahwa Program Koperasi Desa Merah Putih adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskan serta upaya untuk menunjang ketahana pangan.

"Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih ini bisa menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan serta penunjang untuk ketahanan pangan," ujarnya.

 

Potensi Besar

Saeful juga menyebut bahwa potensi besar dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih mata rantai ekonomi yg kurang adil.

"Dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih, rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak diharapkan dapat diputus, sehingga petani dan pelaku usaha desa bisa memperoleh harga jual yang lebih adil dan menguntungkan."

Terakhir Saeful menambahkan bahwa PB HMI siap mengawal program ini agar berjalan sesuai harapan semua pihak. "Dan bisa menjadi jembatan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6