SD Digusur Demi Kopdes Merah Putih, Begini Kata Kadis Koperasi NTT

Beredar video sekolah SD digusur demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terjadi di SDN Wolomoni, Desa Niowula, Ende, Flores, NTT.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 20:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Flores - Sebuah video di media sosial (Medsos), terkait penggusuran lahan di area sekolah untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terjadi di SDN Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Linus Lusi, menegaskan pembangunan Galeri Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh dibenturkan dengan kewenangan lembaga lain, apalagi mengorbankan sarana pendidikan.

"Pertama, tidak boleh dibenturkan terhadap berbagai kewenangan lembaga dan kewenangan masyarakat," ujar Linus, Kamis (11/6/2026).

Menurut Linus, pemerintah daerah wajib menyiapkan sarana fasilitas untuk pembangunan KDMP, serta tidak mengganggu fasilitas lainnya.

"Kedua, tugas pemerintah daerah dalam hal ini bupati memfasilitasi, kalau itu sarana pendidikan yang tidak bisa diganggu, maka bupati bertugas untuk mencari lokasi-lokasi lain untuk pendirian Galeri Koperasi Desa Merah Putih, toh pada intinya untuk kepentingan masyarakat," tegas Linus.

Ia meminta seluruh pihak menahan diri agar program ini tidak memicu konflik horizontal.

"Jadi bagi kami sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM per-hari ini galeri lagi dibangun dan lagi dievaluasi terus menerus, maka saya minta jangan dibenturkan dengan lembaga atau institusi lain itu yang paling penting," ujarnya.

 

Sekolah Tidak Boleh Digusur

Linus menekankan prinsip utama, sekolah tidak boleh digusur. Jika lokasi awal bentrok dengan aset pendidikan, maka pemerintah daerah wajib menyiapkan alternatif.

"Sekolah tidak boleh digusur, sehingga pemerintah daerah harus mencari alternatif lain dan kepala daerah memfasilitasi aset daerah," tegasnya.

Khusus kasus di Ende, Linus meminta Bupati Ende membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pihak sekolah.

"Untuk persoalan di Ende, pintar-pintar pak bupati membangun komunikasi yang bagus sehingga sekolah jangan dikorbankan," katanya.

Ia menjelaskan hingga kini, sudah terbangun 1.336 galeri dari total 3.442 desa dan kelurahan se-NTT.

"Per 31 Maret 2026, sudah terbangun Galeri Kopdes Merah Putih sebanyak 1.336 dari total 3.442 desa dan kelurahan se-NTT," kata Linus.

Dinas Koperasi dan UMKM NTT bersama pemerintah kabupaten/kota terus mengevaluasi lokasi pembangunan agar program Kopdes Merah Putih benar-benar untuk kepentingan masyarakat tanpa mengorbankan aset publik seperti sekolah.