Sukses

Viral Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Pengelola Beri Peringatan Keras ke Vendor Keamanan

Cekcok keduanya dipicu dari sejumlah fotografer yang tidak diterima ditegur oleh sekuriti, karena memakai umpatan kasar yang menjadi pemicu keduanya saling adu mulut di Kantin GBK.

 

Liputan6.com, Jakarta - Viral di media sosial yang merekam kejadian cekcok antara sejumlah pria yang berprofesi sebagai fotografer dengan petugas sekuriti pengamanan Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Dikutip melalui akun @kameraperistiwa, nampak sejumlah petugas sekuriti dengan pakaian dinas kuning nampak menegur sejumlah fotografer yang hendak mengambil foto di sekitar area komplek GBK.

“Dalam video yang diunggah seorang fotografer olahraga bernama Robby Nezar Akhadi itu, beberapa satpam GBK tampak memarahi Robby dan rekan- rekannya yang tiba di kantin GBK dan hendak memotret pelari,” tulis akun tersebut.

Usut punya usut, cekcok antara kedua pihak ternyata dipicu dari sejumlah fotografer yang tidak diterima ditegur oleh sekuriti, karena memakai umpatan kasar yang menjadi pemicu keduanya saling adu mulut di Kantin GBK.

“Melihat hal itu, seorang petugas keamanan GBK mendekat dan menanyakan akar permasalahan mereka. Satpam GBK tidak mengaku telah melontarkan kata-kata kasar dan tidak sopan sambil terus berbicara dengan suara keras,” tulis akun itu kembali.

Atas video viral tersebut, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) angkat suara membenarkan kejadian cekcok itu terjadi di area kantin UMKM Mandiri Parkir Timur, GBK, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, ditemukan telah terjadi kesalahpahaman antara vendor keamanan GBK dengan pengunjung,” kata Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Administrasi PPKGBK, Asep Triyadi dalam keteranganya, dikutip Jumat (14/6/2024).

Asep menyebut pria yang cekcok dengan sekuriti merupakan anggota Fotografer dari Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI). Akar masalahnya tentang kesalahpahaman aturan atau tata tertib pengambilan dokumentasi gambar/video di kawasan GBK.

Oleh sebab itu, lanjut Asep, atas kejadian tersebut. Pihak PPKGBK telah menghubungi Sekretaris Jenderal HIPDI, Indro Dwi S guna menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

“PPKGBK senantiasa mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan fotografer/videografer sebagai mitra yang selama ini mendukung berbagai kegiatan di GBK,” ujarnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Berikan Peringatan Keras di Vendor Keamanan

Selain itu, Asep juga menyampaikan PPKGBK telah mengevaluasi kejadian tersebut. Dengan memberikan peringatan keras kepada vendor keamanan akibat dari kesalahpahaman yang dilakukan pihak sekuriti.

“Memberikan peringatan keras kepada vendor keamanan terkait kesalahpahaman dengan pihak fotografer/videografer tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Asep mengatakan ke depannya akan ada pertemuan antara PPKGBK dengan HIPDI guna membahas tata tertib ketentuan tentang pelaksanaan kegiatan jasa fotografi atau videografi demi kenyamanan pengunjung di kawasan GBK.

“PPKGBK akan terus mengedepankan prinsip saling menghormati seluruh kepentingan stakeholders termasuk didalamnya pengunjung untuk mendapatkan kenyamanan terutama di dalam area venue tertutup seperti mendapatkan privasi, tempat yang bersih, rasa aman, dan terhindar dari asap rokok,” bebernya.

Reporter: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.