Abraham Samad: Bocornya Sprindik Upaya Menjatuhkan Saya

Abraham Samad mengakui ada pihak yang sengaja memanfaatkan kasus ini sebagai upaya pelengseran dirinya sebagai Ketua KPK.

Diterbitkan 27 Maret 2013, 12:39 WIB
Copy Link
Batalkan
Sejak bergulirnya kasus bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tidak sedikit pihak menyudutkan pimpinan KPK.

Ketua KPK, Abraham Samad mengakui hal itu. Pria asal Makassar ini juga tidak menampik adanya gerakan sistematis untuk melengserkan dirinya dari kursi kepemimpinan KPK dan adanya tudingan pihak yang berperan dalam kasus ini.

"Kebocoran sprindik adalah skanario untuk menjatuhkan dan membungkam saya dari KPK," ujar Abraham melalui pesan singkatnya, Rabu (27/3/2013).

Selain itu, ia juga mengakui adanya pihak yang sengaja memanfaatkan kasus ini sebagai upaya pelengseran dirinya sebagai Ketua KPK. "Selama ini saya sangat kencang dan lantang membongkar kasus-kasus korupsi besar," tuturnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP, Ahmad Yani, menduga ada upaya pelengseran Abraham dari jabatanya sebagai ketua KPK melalui isu bocornya surat perintah penyidikan Anas Urbaningrum.

Dia menilai, upaya pelengseran ini terkait upaya KPK dalam membongkar sejumlah kasus besar. Misalnya upaya KPK yang terlihat cukup agresif dalam membongkar kasus Century.

Belakangan Ketua Komite Etik, Anis Baswedan telah mengisyaratkan adanya keterlibatan pimpinan KPK dalam kasus sprindikgate ini.
Sementara hasil penyelidikan Komite Etik dalam kasus ini tinggal menunggu hari dari batas waktu yang diberikan Komite Etik selama 30 hari. (Ary)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6