Pertamina Diminta Buat Trauma Healing untuk Warga Terdampak Kebakaran

Peneliti Rumah Demokrasi Ramdansyah turut prihatin terhadap kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Menurutnya, Pertamina perlu segera fokus pada upaya penanganan korban kebakaran.

Diperbarui 04 Maret 2023, 14:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Rumah Demokrasi Ramdansyah turut prihatin terhadap kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Menurutnya, Pertamina perlu segera fokus pada upaya penanganan korban kebakaran.

"Jangka pendeknya penanganan terhadap korban yakni buka posko warga yang terkena musibah. Setelah itu Trauma healing harus dilakukan kepada masyarakat yang terkena dampak," sarannya.

Ketua Umum Masjid Al Mukarromah Lagoa-Koja, Jakarta ini mengapresiasi permintaan maaf dari Pertamina yang merupakan bagian penting dari tanggung jawab dan perhatian Perusahaan.

Namun, Pertamina perlu meyakinkan masyarakat agar kebakaran ini tidak terjadi lagi di sejumlah kilang yang ada di sekitar Kecamatan Koja.

"Pertamina juga wajib memberikan respon atas kekhawatiran masyarakat di lokasi kebakaran tidak akan terjadi kembali menjelang puasa Ramadhan nantinya," ujar Ramdansyah yang pernah melakukan penelitian etnografi dari Universitas Indonesia di pemukiman Tanah Merah, Plumpang, yang saat ini terkena dampak kebakaran.

Minta Maaf

Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan permohonan maaf. Perseroan memprioritaskan upaya pemadaman dan evakuasi warga di sekitar lokasi kebakaran.

"Penanganan kejadian tersebut bekerja sama dengan pihak terkait," kata Nicke.

Menurut Nicke, Pertamina membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga dan fungsi terkait untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

"Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang," ungkap Nicke.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6