Sukses

Prabowo Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Doakan Keluarga Korban Tabah

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 174 orang tercatat meninggal dunia akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tragedi Kanjuruhan itu terjadi akibat pendukung Arema FC yang tidak terima tim kesayangannya tumbang atas Persebaya dengan dengan skor 2-3.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku sangat berduka atas terjadinya insiden tersebut.

"Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa pada seluruh keluarga korban peristiwa tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang," kata Prabowo dalam akun Twitter resminya, seperti dilihat Liputan6.com, Minggu (2/10/2022).

Prabowo menyatakan sangat terkejut dengan apa yang terjadi di Kanjuruhan itu. Dia mendoakan, kepada mereka yang ditinggalkan agar bisa diberi ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Suatu peristiwa yang sangat mengagetkan kita, terjadi pada 1 Oktober 2022, yaitu hari kemarin yang baru lalu. Hal ini sungguh sangat mengejutkan dan saya berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga tegar dan tabah mengalami musibah ini," kata Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan rasa dukanya terhadap tragedi Kanjuruhan yang merenggut 174 nyawa ini. Dia lantas memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa untuk memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi para korban yang saat ini tengah dirawat di rumah-rumah sakit setempat.

"Saya telah meminta menteri kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapat pelayanan terbaik," minta Jokowi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Korban Tragedi Arema: 174 Orang Meninggal, 11 Luka Berat, 298 Luka Ringan

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Budi Santosa mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang kini menjadi 174 jiwa per pukul 10.30 WIB.

"Sementara itu, korban yang mengalami luka berat ada 11 jiwa dan luka ringan yaitu 298 jiwa," ujar Budi, Minggu (2/10/2022).

Budi mengatakan, data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai assesment Tim Dinkes Provinsi Jatim. "Selain itu, ada delapan unit kendaraan polisi yang rusak berat akibat insiden itu. Dan fasilitas Stadion Kanjuruhan Malang rusak berat," ucap dia.

Dia menjelaskan, ada delapan rumah sakit rujukan yang dipersiapkan untuk korban peristiwa tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang.

"RSUD Kanjuruhan, RS Wafa Husada, RSB Hasta Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Dr Saiful Anwar, RSUD Gondang Legi, RSUD Mitra Delima, dan RSU Wajak Husada," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Korban Meninggal Tragedi Arema Akibat Terinjak-injak hingga Sesak Napas

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menegaskan, tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan bukan dipicu bentrok antara suporter Arema FC dengan Persebaya Surabaya.

Sebab pada laga derby Jawa Timur itu, pendukung Persebaya tidak diperbolehkan ikut menonton langsung ke Stadion Kanjuruhan sebagai kandang Arema.

"Suporter di lapangan hanya dari Arema. Oleh sebab itu para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas," kata Mahfud Md saat dihubungi awak media, Minggu (2/10/2022).

Mahfud meyakini, tidak ada korban meninggal dunia akibat pemukulan atau penganiayaan antarsuporter yang terjadi dalam peristiwa ini. Laporan sementara, sebanyak 129 orang meninggal dunia dalam tragedi sepakbola Tanah Air ini.

Dia memastikan, pemerintah akan melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari waktu ke waktu dan akan terus memperbaiki regulasinya. Dia pun menyampaikan bela sungkawa terhadap para keluarga korban. 

"Kepada seluruhnya agar diberi kesabaran dan meminta berkoordinasi dengan petugas pemerintah di lapangan," kata Mahfud.

Tragedi Arema ini terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Insiden terjadi usai laga antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya dengan hasil kemenangan untuk tim tamu.

4 dari 4 halaman

Buntut Tragedi Arema, Jokowi Perintahkan Menpora dan PSSI Evaluasi Liga 1

Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang dalam tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Jokowi pun memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan dan prosedur pengamanan penyelenggaraan sepak bola di Tanah Air.

 

"Saya telah memerintahkan Menpora, Kapolri, dan Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan prosedur penyelenggaraannya," ujar Jokowi dalam konferensi pers daring, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga memerintahkan secara khusus kepada Kapolri untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas tragedi maut ini. Di saat yang sama, Jokowi meminta agar Liga 1 dihentikan sementara.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi.

Presiden sangat menyesalkan terjadinya tragedi Arema yang menewaskan 129 orang dan seratus lebih lainnya luka-luka. DIa berharap agar tragedi ini menjadi yang terakhir dalam sepak bola di Indonesia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.