Sukses

Ridwan Kamil Blusukan di Depok, Beri Bantuan Pengobatan ke Seorang Ibu

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai mengunjungi pasar tradisional di Depok, dia blusukan. Bahkan, sempat memberikan bantuan kepada serorang warga bernama Nia Mariani di Cimanggis.

Dia menegaskan, mengunjungi Nia setelah menerima laporan melalui Jabar Quick Response (JQR). Laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mendatangi rumah warga tersebut.

"Ibu ini sedang sakit sehingga kami datang untuk memberikan bantuan dan menyemangati," ujar pria yang kerap disapa Emil, Rabu (28/9/2022).

Dia menuturkan, bantuan yang diberikan bersama JQR berupa bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta, pengobatan lainnya, serta sembako.

Selain itu, pihaknya memberikan bantuan perlengkapan untuk cucu Niah Mariani.

"Bantuan ini memang sudah tugas saya melayani warga Jawa Barat," jelas Emil.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Konversi Mobil Listrik

Pada kunjungan pemberian bantuan sempat disinggung soal kesiapan Pemerintah Jawa Barat terkait konversi mobil listrik.

Emil menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah siap melakukan konversi tersebut.

"Jawa Barat sangat siap konversi transisi menuju kendaraan listrik," tegas Emil.

Kesiapan konversi mobil listrik dapat dilihat dari industri atau pabrik mobil listrik berada di Jawa Barat. Begitupun dengan pabrik baterai yang berada di wilayah Jawa Barat.

"Kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik umum tidak semuanya harus dengan logika," ucap Emil.

 

3 dari 3 halaman

Di Mana Saja

Emil menjelaskan, untuk SPKLU dengan kemajuan teknologi dapat memungkinkan pengisian dilakukan di rumah, warung maupun lokasi lainnya.

Nantinya pembayarannya akan didasari kesepakatan bersama dengan penyedia listrik.

"Misalkan macet takut mogok nih, kamu tinggal nyolok aja ke orang nanti disepakati berapa jam dan harga, jadi logikanya akan begitu," pungkas Emil.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.