Sukses

Update Covid-19 Minggu 14 Agustus 2022: Positif 6.282.774, Sembuh 6.072.421, Meninggal 157.226

Liputan6.com, Jakarta - Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Jumlah pasien terpapar virus Corona pada hari ini, Minggu (14/8/2022) bertambah 4.442 orang, sehingga total kasus positif terhitung sejak Maret 2020 menjadi 6.282.774 orang.

Seiring kenaikan jumlah pasien positif, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga mengungkap adanya penambahan pasien sembuh dan dinyatakan negatif virus Corona

 

Kasus sembuh tersebut naik sebanyak 4.903 orang Dengan begitu, maka angka kumulatif kasus sembuh dari paparan virus Corona di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 6.072.421 jiwa.  

Sementara itu, pasien meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 juga dilaporkan Satgas Covid-19 terus bertambah.

Tercatat jumlah keseluruhan warga yang berpulang hari ini dilaporkan mencapai 157.226 kasus, setelah terjadi penambahan 18 jiwa.   

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 13 Agustus 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Minggu 14 Agustus pada jam yang sama. 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan tanda kehormatan 127 orang yang dinilai berjasa bagi Indonesia, di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/8/2022). Dari jumlah itu, sebanyak 123 penerima tanda kehormatan merupakan tenaga medis dan kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19.

"Total keseluruhan 127 penerima yang berasal dari tokoh masyarakat, ilmuwan, mantan pejabat kemiliteran, serta para tenaga medis dan kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19," kata Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, Jumat, 12 Agustus 2022.

Ada dua jenis penghargaan yang diberikan untuk tenaga medis dan kesehatan yakni, tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama untuk 98 penerima. Kemudian, Bintang Jasa Nararya untuk 23 tenaga kesehatan.

Penghargaan ini diberikan dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-77 RI. Tanda kehormatan tahun ini terdiri atas Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Tanda Jasa Utama, Bintang Budaya Parama Dharma, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

Pemberian tanda kehormatan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 64, 65, dan 66/TK Tahun 2022 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Jasa, dan Bintang Budaya Parama Dharma.

 

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Gugur karena Covid-19, 123 Nakes Dapat Tanda Kehormatan dari Jokowi

Selain tenaga kesehatan, tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan kali ini terdiri dari, Sastrawan, Arkeolog, Seniman, hingga Irjen Kementerian Pertahanan 2019-2022. Tanda Kehormatan ada yang diberikan kepada ahli waris penerima.

Total hanya 7 tokoh atau ahli waris penerima yang hadir di Istana untuk mewakili. Berikut daftar penerima Tanda Kehormatan:

Bintang Mahaputera Pratama:

1. Ahli Waris Alm. Ajip Rosidi (Sastrawan)

Bintang Jasa Utama:

1. Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana (Irjen Kemhan periode 2019-2022)

Bintang Budaya Parama Dharma

1. Ahli Waris Almarhum Prof.Dr.Mundardjito (Arkeolog)

Bintang Jasa Pratama

1. Ahli Waris Almh. dr.Carolina Rezeki Sihombing (Dokter Spesialis RSUD Kota Depok)

2. Ahli Waris Alm. Sunjaya (Kepala Puskesmas UPTD Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi)

Mewakili 98 penerima lainnya

Bintang Jasa Nararya

1. Alm. Gugum Gumbira (Seniman Tradisi Sunda)

2. Almh. Dewi Wikantini (Bidan Penyelia UPTD Puskesmas Bakti Jaya Kota Depok)

Mewakili 22 penerima lainnya.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

"Kalau masyarakat masih cuek protokol kesehatan dan cuek vaksin booster maka kemungkinan kasus akan terus melonjak. Ojo kesusu (jangan tergesa-gesa) lepas masker," tutur Moeldoko.

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan per 27 Juni 2022 menunjukkan, positivity rate Indonesia masih di bawah standar WHO, yakni 2,7 persen.

Sementara untuk jumlah kasus COVID-19, terjadi penambahan sebanyak 1.445 kasus. DKI Jakarta menjadi provinsi yang melaporkan penambahan kasus terbanyak, yakni 838 kasus. Dari jumlah tersebut, 791 merupakan transmisi lokal dan 47 lainnya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Kenaikan positivity rate dan kasus COVID19 diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Yakni, Omicron BA.4 dan BA.5.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS