Sukses

Balita yang Minum Obat Kedaluarsa di Tangerang Sudah Sehat

Liputan6.com, Jakarta Dua hari lalu, seorang balita di Kota Tangerang mengonsumsi obat kedaluarsa yang diberikan oleh petugas dari Puskesmas Pedurenan di posyandu. Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dan Puskesmas Pedurenan terus memantau kondisi balita pengonsumsi obat panas yang sudah 2 tahun kedaluarsa itu.

Sebelumnya, petugas puskesmas telah melakukan kelalaian saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) di Posyandu Bunga Kenanga, dengan memberikan obat kedaluarsa pada bayi di Karang Tengah. Balita tersebut diberikan obat penurun panas untuk digunakan ketika terjadi KIPI pasca imunisasi.

Widya, ibu dari balita A, mengaku usai melaporkan soal obat kedaluarsa tersebut, petugas Puskesmas Pedurenan langsung datang untuk menarik dan mengganti obatnya. Petugas juga mengecek kondisi bayi secara langsung dan memantau 24 jam perkembangan balita A.

"Ada bidan yang ditugaskan untuk memantau langsung, jadi saya alhamdulillah sekali semua ditangani. Buat saya, kondisi anak saya juga sudah sehat dan aktif kembali, itu lebih penting," tutur Widya saat dikunjungi di rumahnya.

Menurut dia, kondisi kemarin tak hanya kelalaian petugas, sebagai orangtua dia juga merasa lalai.

"Harusnya saya juga mengecek lebih dulu kelayakan obat atau apa pun yang akan dikonsumsi anak saya, sehingga kondisi seperti ini tidak terjadi. Saya juga saling meminta maaf dan terimakasih atas penanganannya," kata Widya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Panas Sudah Turun

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pedurenan, dr Andita menjelaskan kondisi balita A sudah dalam kondisi sehat pada hari kedua ini. Suhu tubuh juga sudah dalam kondisi normal, atau sudah tidak panas lagi.

"Kemarin hari pertama, memang masih panas, tapi sudah diminumin obat dan dipantau setiap jamnya. Alhamdulillah sudah sehat dan aktif, namun kondisi ibunya sedikit kelelahan, yang biasanya dialami ibu muda pada anak pertama. Jadi, dalam kondisi ini ibu dan anak dalam pantauan Puskesmas," ungkap dr Andita.

Lalu, pantauan Puskesmas masih akan terus berlanjut, untuk melihat perkembangan balita A, hingga semua dipastikan dalam kondisi sehat. Disamping kondisi ini, diakui dr Andita pantauan anak pasca imunisasi memang juga dilakukan puskesmas secara intens kepada seluruh anak yang dilayani.

"Atas nama seluruh petugas Puskesmas saya meminta maaf atas kelalaian ini. Pastinya, ini menjadi perhatian dan evaluasi besar bagi kami. Jadi jangan takut ke pelayanan puskesmas, dan jangan takut mengikuti BIAN, semua akan dipantau oleh para petugas dengan pelayanan yang lebih maksimal," katanya. (Pramita Tristiawati)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS