Strategi BIN Kawal Penurunan Kasus Covid-19 di Yogyakarta, Kebut Vaksinasi Booster

BIN tetap menggunakan strategi vaksinasi jemput bola atau door to door karena memang telah terbukti efektif menggalang keterlibatan masyarakat.

Diperbarui 09 Juni 2022, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Seiring terus melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah semakin memberikan kelonggaran dalam penerapan PPKM atau  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di hampir semua wilayah di Tanah Air. Aktivitas masyarakat semakin pulih, roda perekonomian bergulir kembali.

Menyikapi hal itu, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah mitigasi dengan terus menggencarkan kegiatan vaksinasi dosis booster.

"Pelonggaran dalam pelaksanaan PPKM harus kita kawal dengan penguatan kekebalan komunal di tengah masyarakat. Dengan demikian, kebijakan pelonggaran tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak menjadi  titik balik melonjaknya kasus Covid-19 lagi," ujar Kepala BIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjen Andry Wibowo, Rabu (8/6/2022).

Penguatan kekebalan komunal masyarakat, lanjut Andry Wibowo, dilakukan dengan menggenjot pemberian dosis booster sehingga rasionya mendekati capaian dua dosis primer. Strategi yang digunakan tetap dengan vaksinasi jemput bola atau door to door karena memang telah terbukti efektif menggalang keterlibatan masyarakat.

"Kita terus berupaya mendekatkan titik layanan ke warga agar mereka dengan mudah  bisa menjangkau tempat-tempat vaksinasi massal. Upaya tersebut merupakan bentuk mitigasi resiko terhadap penyebaran virus Covid-19 yang sekarang terus melandai namun masih tetap ada," lanjut Kabinda Yogyakarta.

Di pekan pertama Juni ini, pelayanan vaksinasi antara lain dibuka di Kantor Kelurahan Sinduharjo Sleman, Klinik Mediska Kota Jogja, Sleman City Hall, Puskesmas Wates Kulon Progo, serta di Sentra Vaksinasi Dinas Kesehatan Provinsi DIY.

Jenderal bintang satu itu mengungkapkan, kekebalan komunal sudah bisa dicapai dengan vaksinasi dosis primer, namun perlu disusul dengan  dosis booster agar kualitasnya terus meningkat dan bertahan lebih lama.

"Masyarakat tetap harus memiliki kekebalan komunal yang memadai sekalipun kebijakan PPKM mulai dilonggarkan agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di tengah masyarakat,” jelasnya.

 

Capaian Vaksinasi Dosis Ketiga

Vaksinasi COVID-19 terus digenjot untuk meningkatkan antibodi masyarakat terhadap virus SARS-Cov-2. Data terbaru per 7 Juni 2022 menunjukkan sudah 46.817.474 orang di Indonesia mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga atau booster.

Angka capaian itu berkat penambahan 198.305 orang mendapatkan suntikan dosis ketiga pada hari ini.

Sementara itu, dosis pertama bertambah 138.916 orang yang mendapatkannya. Maka akumulasinya adalah 200.629.176 orang sudah menerima suntikan vaksin COVID-19.

Lalu, dosis kedua bertambah 66.246 dengan akumulasi 167.796.320.

Di tengah kasus COVID-19 yang sudah mulai terkendali, vaksinasi COVID-19 masih tetap diperlukan demi mencegah kesakitan dan kematian bila terpapar penyakit infeksi tersebut.

Vaksinolog Dirga Rambe Sakti mengingatkan bagi yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap dan booster segera mendapatkannya.

"Bukan tidak mungkin nanti ada lonjakan kasus karena ada kegiatan atau event tertentu. Kalau sudah divaksinasi tentu sudah memiliki perlindungan dari virus," kata Dirga dalam Virtual Class bersama Liputan6.com

Dirga menyebut pekerjaan rumah Indonesia untuk mencapai target 70 persen masyarakat divaksinasi pada Juni 2022 masih banyak. Hal ini mengacu baru sekitar 60-an persen orang dari target yang sudah divaksinasi COVID-19 dosis lengkap. 

Bila semakin tinggi cakupan vaksinasi maka ketika ada lonjakan kasus atau varian baru virus SARS-CoV-2 tidak sampai menyebabkan banyak orang masuk rumah sakit dan banyak nyawa melayang, kata Dirga.

 "Jadi, ayo lengkapi vaksinasi terutama yang lanjut usia dan punya penyakit komorbid," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6