Sukses

Achmad Yurianto, Dari Dokter Militer Hingga Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meninggal dunia pada Sabtu (21/5) sore, di Malang, Jawa Timur. Yurianto wafat akibat penyakit kanker usus yang dideritanya.

Nama Achmad Yurianto dikenal publik secara luas, utamanya sejak menjabat sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19.

Pria kelahiran di Malang, 11 Maret 1962 itu merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1990.Sejak mahasiswa, Yurianto sudah mulai dekat dengan dunia semi-militer.

Pada 1986-1988, ia menjadi Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) dan bergabung dengan akademi militer setelah lulus.

Yurianto kemudian mengawali kariernya menjadi dokter militer. Tahun 1987 ia bergabung menjadi Perwira Pertama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya.

Pada 1991, Yurianto mengabdi di Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi dokter di Lospalos Timor Timur.

Karier Yurianto mulai meningkat ketika menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi Jawa Barat pada 2006.Tahun 2008, ia sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang.

Kemudian, Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.

2 dari 3 halaman

Gabung Kemenkes

Setelah berkecimpung dari dokter militer, tahun 2015 Yurianto memulai kariernya Kementerian Kesehatan. Di tahun itu,ia diminta Nila Moeloek yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan untuk menjabat posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Pada pertengahan 2019, Yurianto dipercaya menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Pada tahun yang sama, pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Yurianto pun ditunjuk sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Dia pun terkenal di publik dan tiap sore selalu memberi kabar terbaru perkembangan virus corona di Tanah Air.

Setelah itu, Yurianto menjabat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada tahun 2020.

Kemudian di tahun yang sama, ia dipercaya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto smenjadi Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

3 dari 3 halaman

Jadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

ingga pada 2021 Yurianto di lantik Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Penetapan Dewan Pengawas dan Direktur BPJS Kesehatan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 37 Tahun 2021.

Sumber: Muhammad Genantan Saputra/Merdeka.com