Sukses

Kaget Melihat Cicak, Mobis Wanita di Bogor Ini Terperosok

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita berusia 18 tahun mengalami kecelakaan, di mana mobilnya masuk ke dalam saluran air di Jalan Mayor Oking, Cibinong, Bogor, Sabtu (21/5/2022).

Adapun yang menyebabkan kecelakaan ini karena seekor cicak yang berada di dasbor mobilnya.

Seorang saksi mata bernama Hermanto mengatakan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Di mana mobil Honda Brio putih yang dikendarai wanita tersebut berada di tikungan RS Sentra Medika itu tiba-tiba oleng ke kiri dan masuk ke dalam saluran air.

"Pengakuannya ada cicak di dasbor mobil. Takut apa geli gitu sopir ini sampai mobil yang dikendarainya oleng," kata pria yang berprofesi jadi tukang ojek ini.

Dia menuturkan, selain sang sopir, ada dua penumpang yang merupakan temannya di dalam mobil. Adapun si sopir diduga mengalami luka sehingga dilarikan ke RS Sentra Medika.

"Keduanya selamat, cuma yang bawa mobil langsung dilarikan ke RS Sentra Medika. Mungkin ada luka," kata Hermanto.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya mobil Honda Brio tampak rusak pada bemper bagian depan dan belakang.

Roda depan dan belakang sebelah kiri pun menggantung di saluran air.

 

2 dari 3 halaman

Tips Aman Berkendara

Banyak pengemudi mobil yang lebih memilih berkendara di malam hari. Alasannya, jalanan lebih lengang dibanding siang hari, terutama di atas pukul 22.00 hingga dini hari.

Namun, yang perlu diingat adalah, pengendara tetap harus berhati-hati agar selamat sampai tujuan. Keamanan saat berkendara harus tetap dipersiapkan semenjak dini.

Sebagian pengemudi menganggap mengemudi pada malam jauh lebih rileks. Kondisi sekitar jalan yang relatif sepi serta minus sinar matahari membuat mengemudi malam hari menjadi pilihan.

Secara biologis, malam hari merupakan waktu tepat untuk beristirahat karena pada dasarnya manusia tergolong mahluk yang hidup pada siang hari (daytime).

 

3 dari 3 halaman

Hidden Killer

Mengemudi malam hari bisa menjadi hidden killer bila Anda tidak bisa mengantisipasi dengan tepat dan benar.

Contohnya, saat berpapasan dengan kendaraan yang mengaktifkan lampu jauh (high beam) di depannya, pandangan pengemudi langsung merespons negatif.

Seketika pandangan gelap dan kabur. Kondisi buta sementara akan mendera (blind temporary) pengemudi. Butuh waktu bagi mata untuk kembali ke pandangan normal.

Inilah yang terjadi saat pandangan terkena sorot lampu jauh (high beam) dari kendaraan yang berlawanan.

Jelas, kondisi berkendara terutama di jalan yang minim penerangan jalan penuh risiko. Oleh karena itu, meminimalkan kondisi tersebut di jalan menjadi opsi tidak bisa ditawar-tawar.

Pengemudi dituntut konsentrasi tinggi dan tetap di jalur yang aman. Kondisi fisik prima serta refleks gerak tubuh mesti dalam kondisi baik untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.