Sukses

20 Calon Jamaah Haji Asal Kota Tangerang Gagal Berangkat Tahun Ini

Liputan6.com, Tangerang - Setelah menunggu dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya kuota haji kembali dibuka pada 2022 ini. Namun sayangnya, terdapat 20 calon jemaah haji asal Kota Tangerang, Banten yang gagal berangkat pada tahun ini.

Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang, Tutun mengungkapkan, calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini dipicu beberapa alasan, seperti masih berusia di bawah 18 tahun.

Sementara regulasi pelaksanaan ibadah haji di tahun 2022 hanya memperbolehkan jemaah yang berusia di atas 18 tahun hingga 65 tahun.

“Ada yang mengundurkan diri karena ada yang meninggal, sedang hamil, kemudian ada yang mengundurkan diri karena istrinya masuk (porsi keberangkatan tahun 2022) suaminya enggak masuk, kemudian ada juga yang usianya lebih dari 65 tahun sesuai yang ditentukan Arab Saudi,” ujarnya, Jumat (20/05/2022).

Tutun mengatakan, untuk menggantikan posisi para jemaah yang gagal berangkat haji, Kantor Kemenag Kota Tangerang akan menunjuk orang dari kuota cadangan dan ditentukan secara acak. Setidaknya terdapat 175 jemaah cadangan di Kota Tangerang.

"Jemaah cadangan akan menggantikan jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini," kata Tutun.

Diketahui, kuota keberangkatan Haji di Kota Tangerang tahun ini mencapai 860 calon jemaah. Mereka akan diberangkatkan pada 4 Juni mendatang.

"Ratusan jemaah itu diberangkatkan setelah menunggu selama 10 tahun sejak 2012 mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji," ujarnya.

Nantinya, dari jumlah 860 jemaah haji tersebut bakal terbagi dalam tiga kloter. Sebanyak 393 jemaah bakal diposisikan di dua kloter yang hanya berisikan jemaah asal Kota Tangerang. Kemudian, sisanya ditempatkan di kloter campuran dengan jemaah kota/kabupaten lain.

Sebelum dipindahkan ke Asrama Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur, nantinya para rombongan haji asal Kota Tangerang tersebut bakal dikumpulkan terlebih dahulu di Masjid Raya Al-Azhom untuk mengikuti acara pelepasan jemaah haji.

2 dari 4 halaman

Calon Jemaah Haji Harus Sudah Vaksin Covid-19 Dosis 2

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan jemaah haji yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua tidak akan diberangkatkan.

Pasalnya, vaksinasi dosis lengkap menjadi salah satu syarat utama dari Arab Saudi untuk memberangkatkan jemaah haji.

"Minimal calon jamaah sudah vaksin dosis lengkap (2 dosis), syukur-syukur booster sudah semua. Untuk yang belum divaksinasi dosis lengkap, ya batal, tidak diberangkatkan, sampai terdaftar sudah memiliki vaksinasi lengkap," kata Muhadjir dikutip dari siaran persnya, Jumat (20/5/2022).

Dia memastikan pemerintah akan mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi calon jamaah haji yang belum mendapatkan vaksin. Muhadjir menyebut ada sekitar 17.000 jemaah haji yang belum mendapat suntikan vaksin dosis kedua.

"Memang masih ada juga yang belum divaksin, ada kemungkinan karena registrasi itu sekitar 17 ribu jamaah dan itu yang akan kita tuntaskan bersama Menkes. Makanya kita kebut vaksinasi dalam beberapa hari untuk calon jamaah haji," jelasnya.

 

3 dari 4 halaman

Baru 76 Persen Calon Jemaah Haji Sudah Vaksin Dosis 2

Berdasarkan data dari Kemenkes, saat ini baru 76 persen calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada 2022 dan sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap.

Selain vaksinasi, syarat dan ketentuan haji lainnya akan disesuaikan dengan syarat Haji di Arab Saudi.

"Kita sangat tergantung dari Pemerintah Arab Saudi ya, mulai dari kuota, kemudian prosedur, termasuk protokolnya juga. Kalau protokol di dalam negeri juga teknisnya disesuaikan nanti dengan Arab Saudi. Kita sangat mengikuti maunya Pemerintah Arab Saudi, wong kita tamu kok," ujar Muhadjir.

Sejauh ini tercatat ada tiga syarat perjalanan haji yang udah ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi dan harus terpenuhi. Mulai dari, syarat vaksinasi Covid-19 minimal vaksin lengkap, PCR 72 jam sebelum keberangkatan, dan syarat maksimal umur di bawah 65 tahun.

"Kemarin sempat dibahas dengan Presiden , kalau nanti mereka harus PCR itu apakah nanti disini atau di Arab Saudi, tinggal pelaksanaan teknisnya saja. Selebihnya sudah kita persiapkan," jelas Muhadjir.

4 dari 4 halaman

Menag Cek Hotel dan Transportasi untuk Jemaah Haji RI

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi yang akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia, Kamis 19 Mei 2022. Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas layanan bagi para jemaah haji.

Dia mencoba sejumlah sarana prasarana yang tersedia di hotel. Termasuk, mengemudikan salah satu bus antar kota yang akan menjadi sarana transportasi jemaah haji Indonesia.

"Hari ini saya meninjau hotel yang akan digunakan jemaah saat di Makkah. Saya pastikan kapasitas hotel memadai dan fasilitasnya sesuai standar kontrak. Saya lihat hotelnya bagus," kata Yaqut dikutip dari siaran persnya, Jumat (20/5/2022).

Ada dua hotel pada wilayah yang berbeda yang ditinjau. Pertama adalah Hotel Al Khulafaa-3 yang berada di daerah Syisyah dengan kapasitas 800 jemaah. Kedua, Hotel Tharawat Al-Rawda di daerah Raudhah 1 dengan kapasitas 499 jemaah.

"Saya coba lift hotel, memastikan berfungsi dengan baik, meski dalam dua tahun jarang dipakai. Kamar mandi, mesin cuci, dan ketersediaan air minum di setiap lantai juga dicek, termasuk fasilitas tempat salat dan tempat makan," jelasnya.

Yaqut meminta pihak hotel agar selalu menjaga kebersihan hotel serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji. Terlebih, durasi jemaah haji tinggal pada hotel di Mekkah cukup lama, sampai 25 hari.

Selain hotel, dia juga meninjau layanan transportasi di Terminal Ajyad. Lokasi terminal ini melayani rute Misfalah-Jiyad. Di sana, Yaqut mengecek kesiapan bus antar kota dan bus shalawat.

"Saya tadi sempat juga mencoba mengemudikan salah satu bus antar kota. Busnya memang masih sangat bagus. Rata-rata keluaran baru, umur pembuatan kurang dari lima tahun dan tampak terawat dengan baik," ujar dia.

"Saya juga minta penyedia layanan transportasi agar memperhatikan AC kendaraan tetap dingin supaya jemaah tidak kepanasan, mengingat musim haji diperkirakan bersamaan dengan musim panas," sambung Yaqut.