Sukses

Mahfud soal Utang BLBI Tommy Soeharto: Mudah-mudahan Tak Gunakan Nama Lain

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengungkap hanya ada nama Tommy Soeharto, anggota keluarga Cendana yang masuk daftar tagih Satgas BLBI. Dia berharap, tak ada utang lainnya kepada negara yang menggunakan nama selain Tommy Soeharto.

"Kalau keluarga Cendana di daftar saya tidak ada lagi, tinggal, ya mudah-mudahan saya tidak salah hafal dan mudah-mudahan tidak menggunakan nama lain," ujar Mahfud dalam diskusi daring, Jakarta, Minggu (26/12/2021).

"Kalau nama keluarga Cendana yang tercatat di situ memang cuma Tommy Soeharto," lanjut dia.

Menurut dia, utang Tommy Soeharto sudah jelas, sehingga yang bersangkutan tidak bisa mengelak. Apalagi ada putusan pengadilan, Tommy harus membayar utang kepada negara.

"Dan itu sudah jelas utangnya, jaminannya sudah jelas dan sudah ada putusan pengadilan bahwa dia harus bayar utang gitu, ya sudah," ujar Mahfud Md.

 

2 dari 2 halaman

Sudah Ada Penyitaan

Selama ini, Tommy selalu mengelak memiliki utang kepada negara di hadapan publik. Mahfud mengatakan, tidak masalah Tommy mengaku tidak memiliki utang. Sebab, pemerintah sudah menyita aset putra mantan Presiden Soeharto itu. Aset yang disita tersebut dijadikan jaminan oleh Tommy ketika mendapat utangan dari negara. 

"Meskipun dia mau mengatakan tidak punya utang, ya malah bagus karena barangnya kita ambil. Barang yang dijaminkan berdasarkan putusan pengandilan kita ambil, dan nyatanya juga sudah kita ambil," tutur Mahfud.

"Kalau barangnya diambil kan berarti pelunasan sudah dimulai," sambung dia.

Sebelumnya, Tommy Soeharto menegaskan tidak ada penyitaan dan tidak mempunyai utang terkait pemerintah akan melelang aset PT Timor Putra Nasional pada Januari 2022 milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

"Enggak ada penyitaan itu, orang enggak ada utangnya kok," tegas Tommy usai acara Groundbreaking Club House New Palm Hill di Sentul Bogor, dilansir Antara, Jumat 17 Desember 2021.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka