Cerita Peternak Unggas Keluhkan Harga Anjlok hingga Berhadapan dengan Polisi

Peternak Unggas tiba di Istana Negara pada Jumat pukul 09.00 WIB. Aksi mereka untuk unjuk rasa kemudian dihalau petugas kepolisian dan mereka langsung digiring ke Polda Metro Jaya.

Diperbarui 22 Agustus 2021, 12:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Peternak unggas demo di Istana Negara karena harga ayam anjlok di bawah HPP.
  • Aksi demo peternak dihalau polisi dan digiring ke Polda Metro Jaya.
  • Peternak merasa kecewa karena pemerintah tidak merespons keluhan mereka.

Liputan6.com, Jakarta - Sulitnya bertahan hidup dalam kondisi pandemi Covid-19 dirasakan berbagai lapisan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali para peternak unggas. Hingga akhirnya mereka nekat demo di Istana Negara, Jakarta.

Salah satu peternak unggas, Alvino Antonio menyampaikan, dia bersama Paguyuban Peternak rakyat Nusantara (PPRN) mengaku melakukan aksi damai di depan Istana Negara pada Jumat, 20 Agustus 2021.

"Karena harga ayam hidup terus-menerus di bawah Harga Pokok Produksi. Bulan Juli anjlok hingga Rp 9 ribu per kilogram," tutur Alvino dalam keterangannya, Minggu (22/8/2021).

Bersama tiga rekannya, Alvino tiba di Istana Negara pada Jumat 20 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB. Hanya saja, aksi unjukrasa yang dilakukannya dihalau petugas kepolisian dan mereka langsung digiring ke Polda Metro Jaya.

"Saya sudah tidak tahu lagi harus mengadu ke siapa. Saya sangat kecewa. Saya ingin mengadu ke Presiden, tetapi kami malah berurusan dengan aparat penegak hukum," jelas dia.

 

 

Digelandang ke Polda Metro Jaya

Alvino mengaku ditahan di ruang tahanan sementara Polda Metro Jaya hingga pukul 22.00 WIB atau sekitar 12 jam.

Meski sadar dengan aturan penerapan PPKM di Ibu Kota, dia tetap nekat melakukan aksi lantaran pandemi yang tidak kunjung berakhir membuat para peternak unggas semakin kesulitan.

"Saya hanya minta pemerintah lihat kami, coba rangkul kami, lindungi kami para peternak mandiri Pak Presiden. Tetapi pemerintah seperti diam saja. Karena sekarang atau nanti, peternak mandiri ini akan berurusan dengan hukum karena kami terlilit utang. Kita mau aksi tidak boleh. Kita lapor ke Kementan, tidak diterima," Alvino menandaskan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6