Sukses

Ketua KPK Pastikan Segera Panggil Kembali Azis Syamsuddin

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri memastikan penyidik KPK segera memanggil kembali Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Azis bakal dimintai keterangan seputar kasuz dugaan suap terhadap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

"Untuk kepentingan penyidikan perkara korupsi, tentu penyidik akan memanggil kembali saudara AS (Azis Syamsuddin)," ujar Firli saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Dia menyatakan, KPK akan menuntaskan kasus dugaan suap terhadap penyidiknya terkait pengamanan perkara dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Tanjungbalai ini. Firli menyatakan, pihaknya masih terus mendalami bukti dan keterangan berbagai pihak.

"KPK terus bekerja dan tetap berkomitmen memberantas korupsi. Proses penyidikan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara yang diduga dilakukan SRP (Robin) dan pihak lainnya terus berjalan," kata Firli.

Terkait dengan pemeriksaan Dewan Pengawas KPK terhadap Azis Syamsuddin beberapa waktu lalu, Firli membenarkan hal tersebut. Menurut Firli, Dewas KPK memeriksa Azis berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik penyidik Robin.

"Beberapa hari yang betul saudara AS (Azis) telah dimintai keterangan oleh Dewas KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh penyidik SRP (Robin)," kata Filri.

 

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan Azis Syamsuddin

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memeriksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, pada Senin (17/5/2021). Permintaan keterangan terhadap Azis untuk mendalami dugaan pelanggaran etik penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

"Iya benar tadi pagi (Dewas periksa Azis Syamsuddin)," ujar Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Namun Syamsuddin Haris mengaku tak tahu apa yang didalami Dewas KPK terhadap Azis. Syamsuddin Haris mengaku tak ikut saat Dewas KPK meminta keterangan Azis.

"Saya tidak tahu karena tidak ikut memeriksa," kata dia.

Dewas diketahui tengah mendalami dugaan pelanggaran etik penyidik Robin lantaran diduga menerima suap dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial. Penyidik Robin sendiri ditetapkan sebagai tersangka suap bersama Syahrial dan pengacara Maskur Husain.

Robin dan Maskur diduga menerima suap dari Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari komitmen fee Rp 1,5 miliar. Suap dilakukan agar Robin membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai yang menyeret nama Syahrial.

KPK menduga ada keterlibatan Azis Syamsuddin dalam kasus ini. KPK menduga Azis meminta Robin membantu mengurus perkara Syahrial di KPK. Azis Syamsuddin dan Syahrial merupakan politikus Partai Golkar. Pertemuan Syahrial dengan penyidik Robin dilakukan di rumah dinas Azis Syamsuddin.

Azis Syamsuddin sendiri sudah dicekal ke luar negeri oleh KPK selama enam bulan sejak 27 April 2021. Azis dicekal ke luar negeri bersama dua orang lainnya. KPK tak menyebut nama, namun berdasarkan informasi dua pihak tersebut yakni Agus Susanto dan Aliza Gunado.

Kediaman serta ruang kerja Azis juga sudah digeledah tim penyidik KPK pada 28 April 2021 dan 3 Mei 2021. Dari penggeledahan yang dilakukan, tim penyidik menyita barang bukti berupa dokumen yang terkait dengan kasus.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: