Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyayangkan tingginya mobilitas penduduk jelang lebaran yang memicu kerumunan. Dia menyarankan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan lebaran secara online agar tak terjadi kerumunan dan penumpukan di pusat-pusat perbelanjaan.
Wiku mengatakan bahwa masyarakat sangat tidak disarankan berbondong-bondong mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Pasalnya, hal ini dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi memicu klaster penularan Covid-19.Â
"Masyarakat dapat memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), yaitu berbelanja online untuk meminimalisir terpapar virus COVID-19," jelas Wiku dikutip dari siaran persnya, Rabu (5/5/2021).
Advertisement
Menurut dia, Satgas Covid-19 menemukan masih terjadi kenaikan mobilitas penduduk meski telah ada kebijakan pengetatan mobilitas dan pelarangan mudik Lebaran 2021. Kenaikan mobilitas ini terjadi di pusat perbelanjaan. Â
Wiku menyampaikan kenaikan mobilitas penduduk ini dikhawatirkan akan diikuti kenaikan kasus Covid-19, seperti yang terjadi pada waktu sebelumnya. Dia pun berharap kenaikan mobilitas ini tidak mengganggu kondisi Covid-19 nasional yang saat ini sudah cukup stabil.Â
"Setiap daerah tanpa terkecuali harus benar-benar melakukan antisipasi potensi lonjakan," katanya.
Â
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
Susun Mekanisme Aktivitas Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3445683/original/053102000_1619938411-20210502-Warga-Padati-Pasar-Tanah-Abang-TALLO-1.jpg)
Wiku meminta pemerintah daerah menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah mengawasi pergerakan masyarakat. Tujuannya, untuk mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat menjadi cara penularan virus corona yang lebih masif.Â
"Untuk menjamin sistem yang dibuat dapat dijalankan dengan baik maka buatlah satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan," tutur Wiku.Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3437319/original/058370700_1619134624-WhatsApp_Image_2021-04-02_at_06.32.52.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)