Sukses

Gelar Karya Wirausaha Batu Mulia, Menteri ESDM: Punya Nilai Ekonomi, Simbolis dan Estetika

Liputan6.com, Jakarta Dewan Kerajianan Nasional (Dekranas) menggelar karya wirausaha pesona batu mulia sebagai peluang usaha kreatif dalam memberdayakan perekonomian rakyat. Hal ini mendapat dukungan positif dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengingat Indonesia memiliki potensi batu mulia dan batu hias yang cukup besar.

"Potensi ini perlu dikembangkan dengan optimal agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Arifin saat membuka acara Gelar Wirausaha Baru: Potensi Batu Mulia dan Peluang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat secara virtual di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut Arifin, batu mulia memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga mengandung nilai estetika dan bermakna simbolis. "Pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara, batu mulia menjadi salah satu simbol keagungan dan komoditi yang diperdagangkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arifin menilai potensi bebatuan Indonesia memiliki keindahan yang tak kalah dibandingkan bebatuan mancanegara, dan ciri khas bebatuan nusantara memiliki nilai strategis bagi percepatan peningkatan perekonomian nasional.

"Tantangannya adalah belum secara optimal terangkat ke permukaan serta masih kurangnya informasi perbatuan dan transfer teknologi pengelolaannya," paparnya.

Pengembangan pemanfaatan batu mulia dan batu hias, sambung Arifin, harus sejalan dengan kebijakan yang ada, mulai dari eksplorasi, pengusahaan, pengolahan hingga pemasaran. Apalagi pengusahaan batu mulia dan batu hias ini sangat berkaitan erat dengan ekonomi kreatif.

"Semoga dapat menumbuhkan semangat, minat dan motivasi masyarakat menjadi wirausaha Baru, termasuk pengrajin Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah punya usaha namun terpuruk terkena dampak pandemi Covid -19," jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua Harian II Dekranas Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, dengan pelaksanaan webinar ini diharapkan dapat mengetahui potensi batu mulia di dalam negeri yang hampir di seluruh Indonesia. "Ini bisa menjadi peluang terbukanya promosi khusus batu mulia sehingga meningkatkan produktivitasnya pengrajin (batu mulia)," ungkap Nanny.

Sejalan dengan itu, Arifin juga berharap pemanfaatan batu mulia ini mampu menjadi menjadi andalan dan tumpuan perekonomian di masing-masing daerah. "Kami berharap webinar ini dapat menjadi ruang promosi serta dapat mengembangkan sektor batu mulia dan batu hias dalam negeri lebih maksimal," tutupnya.

 

(*)