Sukses

Riza Patria: Kesuksesan Acara Maulid Nabi Bukan Diukur dari Banyaknya Jumlah Peserta

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan kegiatan penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW juga digelar secara daring atau virtual dan dilakukan dengan jumlah peserta terbatas.

"Bisa dilakukan virtual enggak mengurang arti dan makna. Justru keberhasilan melaksanakan Maulid enggak diukur dari banyaknya peserta yang hadir tapi diukur sejauh mana peserta bisa meneladani Rasulullah," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020).

Dia mengatakan, penyelenggaraan kegiatan harus dilakukan dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung. Selain itu juga harus disediakan sarana dan prasarana pendukung mulai dari wastafel hingga hand sanitizer.

"Jadi semua harus diatur. Ke depan kegiatan-kegiatan Maulid Nabi mengikuti protokol kesehatan," jelasnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, rampung diperiksa pihak Polda Metro Jaya terkait acara Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Acara tersebut telah menimbulkan kerumunan. 

"Menurut Anies, ada 33 pertanyaan yang diberikan penyidik terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang menyoroti acara Rizieq Shihab ini.

 

2 dari 3 halaman

33 Pertanyaan Untuk Anies

Ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan. Semuanya sudah dijawab seusai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi," ujar Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Meski demikian, Anies Baswedan enggan membeberkan detail pertanyaan terkait acara yang menarik simpatisan Rizieq Shihab tersebut.

Dia hanya menuturkan, pernyataannya sudah dijadikan laporan setebal 23 halaman oleh penyidik.

"Detil isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan seusai kebutuhan," ungkap Anies Baswedan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: