Satgas Minta Pendemo Tes Covid-19 Jika Alami Gejala Usai Turun Aksi

Wiku Adisasmito meminta, demonstran yang menolak RUU Cipta Kerja segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala virus corona usai turun aksi.

Diterbitkan 02 November 2020, 19:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Demonstran RUU Cipta Kerja diminta tes Covid-19 jika bergejala pasca aksi.
  • Masyarakat harus pertimbangkan pandemi sebelum demo karena rentan penularan di kerumunan.
  • Jika demo, pastikan sehat dan patuhi prokes: masker, cuci tangan, jaga jarak.

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta, demonstran yang menolak RUU Cipta Kerja segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala virus corona usai turun aksi.

Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas.

"Lakukan testing jika mengalami gejala Covid-19 pasca aksi. Kita harus mengingat Covid-19 ini tidak hanya berpotensi menular namun juga berpotensi untuk menelan korban jiwa," jelas Wiku saat dihubungi Liputan6.com, Senin (2/11/2020).

Dia berharap, masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi pandemi dan potensi penularan kasus Covid-19, sebelum melakukan aksi penyampaian pendapat secara terbuka.

Pasalnya, pengunjuk rasa rentan terpapar virus corona karena berkumpul dengan jumlah yang banyak dan sulit menjaga jarak.

"Saat ini, perlindungan terhadap masyarakat dari paparan Covid-19 merupakan prioritas yang harus kita pastikan untuk berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pertimbangkan hal-hal ini sebelum melakukan aksi," kata dia.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jangan Anggap Enteng

Wiku mengingatkan, masyarakat yang tetap memilih berdemonstrasi, agar memastikan bahwa kondisinya sehat dan mematuhi arahan petugas di lapangan serta protokol kesehatan.

Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan rajin, dan menjaga jarak aman.

"Ingat, Covid-19 mematikan, jangan dianggap enteng," tutup dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6