500 Perusuh dan Penyusup di Demo Tolak RUU Cipta Kerja Ditangkap Polda Metro

Polisi menangkap 500 orang yang menyusup di tengah-tengah demo yang mengastanamakan Aliansi Nasional Anti Komunis atau ANAK NKRI.

Diperbarui 13 Oktober 2020, 18:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi menangkap 500 penyusup anarko dalam demo RUU Cipta Kerja.
  • Penyusup memprovokasi massa, mengubah demo damai menjadi ricuh.
  • Mayoritas penyusup adalah pelajar, polisi terus cegah perusakan fasilitas.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap 500 orang yang menyusup di tengah-tengah demo yang mengastanamakan Aliansi Nasional Anti Komunis atau ANAK NKRI. Mereka berunjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020).

"Sampai saat ini sekitar 500 orang yang kita tangkap termasuk anarko yang ada di wilayah," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Halte Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan alasan polisi memberi label kepada 500 sebagai perusuh. Mereka, kata Nana, memprovokasi peserta demo lainnya untuk bertindak anarki. Aksi yang awalnya berlangsung damai pun berubah menjadi ricuh.

"Aksi berjalan lancar dari jam 1 sampai jam 4 dan kami sudah ada kesepakatan selesai jam 4. Ketika ANAK NKRI selesai mereka kembali, anak-anak anarko inilah kemudian bermain," ujar Nana soal penyusup demo.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Diprediksi Masih Bertambah

Nana memprediksi ada lebih dari 600 orang anarko berupaya memprovokasi peserta demo. Mereka melempari kepolisian dengan bantu. Saat ini, 500 orang anarko pun telah ditangkap.

"Anarko rata-rata pelajar," ujar Nana.

Saat ini, lanjut dia, kepolisian terus berupaya memukul mundur massa agar tidak melakukan perusakan fasilitas umum.

"Jangan sampai mereka melakukan anarkisme lagi yaitu perusakan apalagi pembakaran kita tak segan melakukan tindakan hukum," tandas Nana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6