4 Kecamatan Bebas Covid-19 Saat Kasus Positif di Kota Bekasi Capai 523 Orang

Kasus sembuh di Kota Bekasi berjumlah 462 orang dan meninggal dunia 37 orang, sehingga pasien positif Covid-19 tersisa 24 orang.

Diperbarui 28 Juli 2020, 08:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kasus positif virus corona Covid-19 di Kota Bekasi, Jawa Barat, masih cenderung fluktuatif. Dikutip dari website corona.bekasikota.go.id per tanggal 27 Juli 2020 pukul 23.00 WIB, kasus positif di Kota Bekasi mencapai 523 orang.

Dari total angka tersebut, sebanyak 462 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 37 orang meninggal dunia. Sehingga kini tersisa 24 pasien positif Covid-19 yang tersebar di 8 kecamatan di Kota Bekasi.

Kecamatan dengan angka positif terbanyak berada di Rawalumbu dengan 7 kasus, Bekasi Barat 4 kasus, Bekasi Timur 3 kasus, Bekasi Utara 3 kasus, Jatiasih 3 kasus, Pondokgede 2 kasus, Bekasi Selatan 1 kasus, dan Pondok Melati 1 kasus.

Sedangkan 4 kecamatan yang masih terbebas dari kasus positif Covid-19yakni Bantargebang, Jatisampurna, Medansatria, dan Mustikajaya.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bekasi bertambah 14 orang dalam sehari, menjadi 1.557, dengan angka kesembuhan sebanyak 1.347 orang. PDP yang meninggal juga bertambah menjadi 210 orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih tersisa 99 orang dari total 5.044 kasus. ODP selesai pemantauan berjumlah 4.946 orang.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Inovasi Kebiasaan Baru

Masih tingginya potensi penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi, disikapi Pemkot dengan berbagai cara. Salah satunya membuat inovasi kebiasaan baru melalui konten video, yang diinisiasi Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4).

Selain sebagai upaya melawan Covid-19, konten video ini diharapkan mampu menjadi alat sosialisasi yang baik, sekaligus mengedukasi masyarakat dalam memasuki fase Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB).

Program yang bekerja sama dengan sebuah universitas ternama di Bekasi ini juga mendapat dukungan banyak pihak. Mulai dari pelaku usaha pariwisata, komunitas, lembaga pendidikan, kepolisian, TNI, kejaksaan, FKUB, dan tempat ibadah.

Dengan adanya program konten video diharapkan dapat mengedukasi masyarakat pada masa ATHB ini. Kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, agar lebih produktif dan bebas dari Covid-19.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6