Sukses

Kasus Corona Menurun, Rumah Singgah Covid-19 di Tangerang Segera Ditutup

Liputan6.com, Jakarta - Angka penularan virus corona Covid-19 di Kabupaten Tangerang, Banten terus menurun. Rumah singgah untuk pasien Covid-19 di Griya Anabatic, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pun direncanakan akan ditutup pada Sabtu 18 Juli mendatang.

"Iya benar. Sewa kita untuk pengoperasian rumah singgah itu kan 90 hari, dan akan berakhir pada 18 Juli. Ditambah angka penularan Covid-19 di Kabupaten Tangerang sudah menurun, jadi akan ditutup," ujar Penanggung Jawab Rumah Singgah Covid-19 Griya Anabatic, dr Muchlis, Selasa (7/7/2020).

Dalam skema awal, penyewaan rumah singgah akan diperpanjang jika tren penularan Covid-19 masih tinggi. Namun, sejak Juni, tren penularan virus corona mulai menurun, sehingga jumlah ODP, PDP atau pasien positif Covid-19 yang masuk ke Griya Anabatic terus berkurang.

Posisi terakhir hingga Senin malam 6 Juli 2020, tidak ada penambahan pasien di Griya Anabatic. Itu berarti, tersisa 27 pasien yang masih dalam perawatan rumah singgah Covid-19, Griya Anabatic.

"Mereka masih tetap kami rawat, kemudian test PCR atau swab, kalau hasilnya negatif sebelum tanggal 18, diperbolehkan pulang. Kalau masih positif, maka akan dipindah ke rumah sakit lain," tutur dr Muchlis.

 

2 dari 3 halaman

Dipindah ke RS Rujukan

Untuk diketahui, Pemkab Tangerang menyediakan sekitar 250 tempat tidur di tiga rumah sakit rujukan kasus Covid-19, yakni RSUD Balaraja, RSU Siloam Kelapa Dua, dan RSUD Kabupaten Tangerang.

"Kalau nanti masih ada pasien di rumah singgah Griya Anabatic yang masih membutuhkan recovery, kita akan pindahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang," ujar dr Muchlis.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: